Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember
Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Upaya penuntasan dan pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (25/06/2026).

Kegiatan tersebut dibuka dan dihadiri secara langsung oleh Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ghozali, S.Pd., M.Pd. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memberikan keterampilan hidup (life skill) kepada ATS agar memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Pelatihan ecoprint dipilih karena merupakan keterampilan yang mudah dipelajari, ramah lingkungan, dan memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan. Ecoprint sendiri adalah teknik menghias kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tumbuhan yang menghasilkan motif unik dan bernilai seni tinggi.

Dalam sambutannya, Muhammad Ghozali menyampaikan bahwa penanganan ATS tidak hanya dilakukan dengan mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal masa depan mereka.

"Anak Tidak Sekolah merupakan salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan berkarya. Pendidikan tidak selalu harus berada di ruang kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pelatihan yang membangun kemandirian,” jelas Muhammad Ghozali.

Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan seperti ecoprint memiliki nilai lebih karena selain mengasah kreativitas juga membuka peluang ekonomi bagi peserta. Produk ecoprint saat ini memiliki pasar tersendiri dan diminati berbagai kalangan karena mengusung konsep ramah lingkungan serta memiliki motif yang tidak bisa disamakan satu dengan lainnya.

“Program ATS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan optimal. Pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan nonformal, hingga keluarga memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terus berkembang,” ungkapnya.“

Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Yang terpenting adalah keberlanjutan pendampingan sehingga peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi produk yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan suasana yang penuh semangat. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan ecoprint, pemilihan bahan alami, teknik penyusunan motif, hingga proses pencetakan pada kain. Instruktur memberikan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan dengan baik. (budi s)

Berita terkait

Parepare Ukir Prestasi Dunia Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB UNPSF 2026

Parepare Ukir Prestasi Dunia Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB UNPSF 2026

Tbilisi, Georgis - Spektroom : Pemerintah Kota Parepare kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Inovasi A Cultural Approach in Improving the Economy of Coastal Women atau Berdaya Srikandi berhasil meraih penghargaan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam ajang United Nations Public Service Forum (UNPSF) 2026 yang diselenggarakan di Tbilisi, Georgia. Berdaya Srikandi ditetapkan

Nur Jalil Sultan, Afrizal Aziz
Kemenag Malut Salurkan 929 Paket Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas Peaceful Muharam 1448 H

Kemenag Malut Salurkan 929 Paket Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas Peaceful Muharam 1448 H

Sofifi - Spektroom : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara turut menyukseskan pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Bulan Muharram 1448 Hijriah melalui program Peaceful Muharam yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis

Nanang Adrany, Afrizal Aziz