Pelatihan Menjahit Dorong Pengembangan SDM dan Peluang Usaha Mandiri di Banjarbaru

Pelatihan Menjahit Dorong Pengembangan SDM dan Peluang Usaha Mandiri di Banjarbaru
Kegiatan pelatihan menjahit di Banjarbaru. (Foto: Panpel)

Junaidi, Agung Yunianto

Banjarbaru-Spektroom : Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai program keterampilan, salah satunya pelatihan menjahit bekerjasama dengan LKP Yayasan Diandra Busana Mandiri.

Informasi yang diterima Rabu (13/5/2026) menyebutkan, Pelatihan yang berlangsung dari 27 April hingga 7 Mei 2026 diikuti sebanyak 16 peserta yang dilaksanakan di Jalan Palam Komplek Lambung Mangkurat Regency Blok C3 No. 8 Kota Banjarbaru.

Selama pelatihan menjahit, peserta dibekali keterampilan dasar dan praktik tata busana secara langsung, mulai dari pengenalan peralatan menjahit, teknik pengukuran tubuh, pembuatan pola, pemotongan bahan hingga proses penyelesaian pakaian jadi. Kegiatan berlangsung secara intensif dengan pendampingan instruktur sehingga peserta dapat memahami proses produksi busana secara bertahap.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Anita Ruslina, S.E., selaku Kasi Pelatihan Kerja dan Produktivitas TK Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru.

Anita mengatakan, bahwa pelatihan keterampilan merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

"Mudah-mudahan keterampilan menjahit yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan menjadi usaha mandiri maupun peluang kerja baru di bidang tata busana," ungkapnya.

Sementara itu, instruktur pelatihan Akhmad Hamidi, S.Pd., menjelaskan bahwa antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga penutupan pelatihan. Namun, sebagian besar peserta mampu menunjukkan peningkatan keterampilan secara signifikan dalam proses pembelajaran.

"Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menjahit tetapi juga membangun rasa percaya diri peserta untuk mulai berkarya dan mengembangkan potensi diri," ujarnya.

Kegiatan penutupan dilakukan oleh Dzoelhida Rahmah Astuty, S.E., M.M., selaku Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja (PKPTK) Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru.

Dzoelhida Rahmah Astuty berharap, agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan secara nyata dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kita ingin sinergi dan kerja sama pelatihan antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan masyarakat seperti LKP Yayasan Diandra Busana Mandiri dapat terus berjalan dalam mendukung pengembangan keterampilan masyarakat Kota Banjarbaru," tuturnya.

Sebagai bentuk evaluasi hasil pembelajaran, peserta menampilkan hasil busana yang telah mereka jahit selama pelatihan berlangsung. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar sekaligus motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Berita terkait

Insentif Motor Listrik Dinilai Salah Arah, MTI Dorong Rp 500 Miliar untuk Angkutan Umum

Insentif Motor Listrik Dinilai Salah Arah, MTI Dorong Rp 500 Miliar untuk Angkutan Umum

Surakarta – Spektroom: Surakarta – Akademisi Prodi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai kebijakan pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik pribadi sebesar Rp500 miliar belum menyentuh kebutuhan dasar mobilitas masyarakat luas. Anggaran tersebut dinilai lebih tepat dialokasikan untuk memperkuat sistem transportasi umum di berbagai daerah.

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas