Trending

Pemadaman Bergilir Usik Hajat Hidup Pemprov Kalteng Kawal Pemulihan Kelistrikan

Pemadaman Bergilir Usik Hajat Hidup Pemprov Kalteng Kawal Pemulihan Kelistrikan
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran

Palangka Raya - Spektroom: Listrik bukan sekadar penerang bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Pasokan energi menjadi penopang aktivitas rumah tangga, usaha, layanan publik, hingga roda perekonomian, pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir telah mengusik hajat hidup masyarakat.

Dampak yang ditimbulkan pun semakin meluas. Pelaku UMKM mengaku mengalami kerugian, peralatan elektronik warga dilaporkan rusak, bahkan peternak ayam harus menanggung kerugian akibat banyak ternaknya mati. Puncak kekecewaan terjadi saat aksi unjuk rasa kedua digelar di Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Sejumlah peternak menurunkan bangkai ayam di halaman kantor sebagai simbol kerugian yang mereka alami sekaligus mendesak percepatan pemulihan pasokan listrik.

Menjawab keresahan, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menggelar konferensi pers bersama General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng Iwan Soelistijino di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026). Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan masyarakat untuk mendengarkan langsung penyebab gangguan dan roadmap pemulihan sistem kelistrikan.

"Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami dan ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian kami. Karena itu saya meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan seluruh langkah percepatan pemulihan dilakukan secara maksimal," tegas Gubernur Agustiar Sabran.

Pemerintah Provinsi mengawal proses pemulihan hingga pasokan listrik kembali normal dan meminta PLN mengerahkan seluruh sumber daya agar target penyelesaian gangguan dapat dipenuhi.

General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijino menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Pemadaman dipicu gangguan teknis yang terjadi hampir bersamaan pada 3 pembangkit, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Kabupaten Gunung Mas, dan PLTU PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong.

PLTU Tanjung Power Indonesia berkapasitas 100 MW kini telah kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman berkurang dari rata-rata 6 jam menjadi sekitar 3 jam per hari. PLN menargetkan PLTU PT SKS Listrik Kalimantan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026, sedangkan perbaikan PLTU Asam-Asam dijadwalkan selesai 25 Agustus 2026.

Pemerintah Provinsi berharap seluruh tahapan pemulihan berjalan sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal. Bagi masyarakat, kepastian bukan sekadar membuat lampu kembali menyala, tetapi juga menghidupkan kembali usaha, pelayanan publik, dan aktivitas sehari-hari yang selama ini terdampak pemadaman bergilir. (Polin-ARK)

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto