Pembangunan Jalan Alternatif Sawangan Dimulai Diharapkan Dapat Mengurai Kemacetan
Depok- Spekstroom: Pemerintah Kota Depok resmi memulai proyek rekonstruksi dan pelebaran Jalan Enggram–Jalan Pemuda sebagai bagian dari pembang unan Jalan Alternatif Sawangan.
Proyek senilai 30 miliar rupiah itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.Diharapkan menjadi solusi untuk meng urangi kemacetan di kawasan Sawangan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan pembangunan jalan alternatif tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Depok untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah Sawangan.
"Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat Kota Depok terhadap permasalahan kemacetan lalu lintas bisa terselesaikan dengan hadirnya pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda," kata Supian.
Ia juga mengapresiasi seluruh pemilik lahan yang telah mengi khlaskan lahannya untuk kepentingan pembangunan jalan melalui proses pembebasan lahan.
Menurut Supian, pembebasan lahan akan terus dilanjutkan hingga Simpang Parung Bingung, kemudian ke arah Simpang Keadilan dan pintu Tol Sawangan.
Dalam laporan pelaksanaan, Pelaksana Proyek, Bram Simanjuntak, mengatakan pekerjaan memiliki nilai kontrak sekitar Rp30 miliar dengan masa pelaksanaan 180 hari dan panjang penanganan mencapai 876 meter.
Tahapan pekerjaan diawali dengan pembongkaran jembatan serta pembangunan pondasi sambil menunggu pengiriman tulangan beton.
Selanjutnya, peker jaan utama berupa pembangunan jem batan dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli hingga 4 Oktober 2026 selama 84 hari.
"Pekerjaan utama kemungkinan akan dikerjakan siang dan malam karena menjadi bagian paling krusial, termasuk pelebaran jalan, pembangunan saluran, dan utilitas pendukung," ujar Bram.
Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan struktur dimulai, pihak kontraktor harus menyelesaikan pembebasan dan pengurukan lahan agar dapat dilalui alat berat.
Setelah itu, pekerjaan pelebaran jalan berlangsung pada 29 Juni hingga 29 November 2026 selama 161 hari, disusul pembangunan trotoar pada 6 Juli hingga 4 Desember 2026 selama 157 hari.
Bram menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai spesifikasi kontrak dan meminta dukungan seluruh pihak agar pekerjaan berjalan lancar sesuai jadwal.
Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp50 miliar pada perubahan APBD sehingga total kebutuhan pembeba san lahan mencapai sekitar Rp110 miliar.
Meski masih terdapat empat bidang tanah yang belum mencapai kesepakatan, Supian memastikan proses pembangunan tetap berjalan melalui mekanisme konsinyasi di pengadilan.
Selama proses pem bangunan berlang sung sekitar enam bulan ke depan, Jalan Enggram dan Jalan Pemuda akan ditutup total sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.
Pemerintah Kota Depok bersama kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas guna meminimalkan kemacetan.
Supian turut meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang akan timbul selama proses pembangunan berlangsung.
"Kami mohon maaf atas ketidaknya manan yang terjadi. Semua ikhtiar ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat Kota Depok agar persoalan kemacetan dapat teratasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat," ucapnya

Sementara anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna sempat tertunduk haru menangis, merasa sedih karena jalan tembus alternatif tersebut sudah direncanakan ketika ia, menduduki jabatan Wakil Walikota Depok periode lalu, dan baru terealisasi pada periode kepemimpi nan Walikota Supian Suri pelebaran jalan tersebut dikerjakan.
"Ya iya saya terharu karena sudah lama di harapkan warga setempat,untuk mengurangi kemace tan di wilayah Sawangan " ungkapnya.