Pemda DKI Jakarta Dorong UMKM Terapkan Pemilahan Sampah

Pemda DKI Jakarta Dorong UMKM Terapkan Pemilahan Sampah
(Foto: Istimewa).

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya pengurangan sampah dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Kepala Dinas PPKUKM Nomor e-0004 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sebagai pedoman bagi seluruh pelaku UMKM di ibu kota.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Melalui aturan itu, UMKM didorong menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Isu lingkungan hidup kini menjadi tanggung jawab bersama. Sebagai sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta, UMKM memiliki peran strategis dalam mengurangi timbulan sampah dalam upaya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana di tempat usaha masing-masing. Pelaku UMKM didorong mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, memanfaatkan kembali bahan yang masih bernilai, serta mendaur ulang sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Penerapan kebiasaan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang berkembangnya ekonomi sirkular. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk atau bahan baku baru sehingga mampu mengurangi beban pengelolaan sampah di Jakarta," ujarnya.

Dinas PPKUKM juga menerapkan kebijakan serupa di lingkungan internal instansi. Prinsip pengurangan sampah diintegrasikan dalam berbagai kegiatan dinas, mulai dari penyelenggaraan bazar, pameran, promosi produk, pelatihan, hingga pendampingan kepada UMKM.

"Tak hanya itu, materi mengenai pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dimasukkan ke dalam program pembinaan UMKM agar kesadaran terhadap lingkungan menjadi bagian dari budaya usaha. Kami ingin menanamkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi untuk masa depan. Lingkungan yang sehat menciptakan ruang usaha yang lebih nyaman, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing UMKM Jakarta," katanya.

Pemprov DKI Jakarta berharap pelaku UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengurangan sampah dari sumber. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat praktik usaha yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung target Jakarta menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles