Pemerintah Kota Sawahlunto Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Melalui Langkah Strategis dan Inovatif

Pemerintah Kota Sawahlunto Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Melalui Langkah Strategis dan Inovatif
Wako Sawahlunto Riyanda Putra menerima sertifikat CSR dari Manager PLTU IP UBP Ombilin (Foto: Dok. Rwn)

Spektroom - Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meresmikan ruang rawat inap VIP, unit Neonatal Intensive Care Unit–Pediatric Intensive Care Unit (NICU–PICU), serta sejumlah fasilitas pendukung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto, Selasa (6/1/2026).

Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan daerah, khususnya di tengah keterbatasan ruang fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.

Wali Kota Riyanda menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan merupakan prioritas layanan dasar yang harus tetap dijaga mutunya.

Renovasi ruang rawat inap VIP beserta fasilitas pendukung RSUD Kota Sawahlunto didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan, yakni Miyor Group, CV. BMK, PT. Dasrat, PT. PLN Indonesia Power UBP Ombilin, serta Bintang Spartan Corp.

Kolaborasi ini mencerminkan sinergi konkret antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan BUMN dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas.

Sementara itu, pembangunan unit NICU–PICU didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan Tahun 2025.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat layanan rujukan kesehatan ibu, bayi, dan balita di tingkat daerah, sekaligus meningkatkan kapasitas RSUD Sawahlunto dalam menangani kasus medis berisiko tinggi.

Wali Kota Riyanda menyampaikan bahwa pola pembiayaan kolaboratif seperti ini merupakan strategi adaptif Pemerintah Kota Sawahlunto dalam menjaga dan meningkatkan mutu layanan kesehatan, meskipun kondisi fiskal daerah menghadapi tekanan.

“Kolaborasi pembiayaan dan pengembangan fasilitas kesehatan ini adalah bentuk inovasi kita dalam memastikan layanan dasar masyarakat tetap optimal, meskipun ruang fiskal daerah terbatas,” ujar Riyanda Putra.

Ia menambahkan bahwa keberadaan unit NICU–PICU serta peningkatan kualitas ruang rawat inap tidak hanya meningkatkan standar pelayanan RSUD, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam percepatan penanganan medis serta pengurangan kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah.

“Dengan fasilitas ini, penanganan pasien, khususnya bayi dan anak, bisa dilakukan lebih cepat dan optimal di Sawahlunto. Ini sekaligus mengurangi beban biaya dan risiko bagi masyarakat yang sebelumnya harus dirujuk ke luar kota,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Riyanda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berkontribusi melalui program CSR. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan BUMN akan terus diperluas sebagai model pembangunan kolaboratif yang berorientasi pada manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Kolaborasi seperti ini akan terus kita dorong. Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi memerlukan sinergi dan inovasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan diresmikannya fasilitas tersebut, RSUD Kota Sawahlunto diharapkan semakin siap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah secara berkelanjutan. (Rita Yondriadi-Rwn)

Berita terkait