Trending

Pemerintah menugaskan Perum Bulog DIY Mengstabilkan harga minyak goreng di pasar tradisional di Yogyakarta.

Pemerintah menugaskan Perum Bulog DIY Mengstabilkan harga minyak goreng di pasar tradisional di Yogyakarta.
Kepala Perum Bulog DIY Dedi Aprilyadi dan Manager Bisnis Budiawan menyalurkan Minyakita sesuai instruksi pemerintah untuk Mengstabilkan harga minyak goreng di pasar Beringharjo.Rabu(28/1/26) Foto : Fatmawati.

Spektroom : Perum BULOG Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menggelontorkan minyak goreng merek Minyakita ke pasar tradisional Rabu, (28/1/26).Salah satu titik penyaluran dilaksanakan di Pasar Beringharjo, dengan total distribusi sebanyak 5.820 liter yang disalurkan kepada 17 pedagang di pasar tersebut.

Penyaluran Minyakita kepada para pengecer di pasar tradisional dilakukan melalui koordinasi antara Perum BULOG Kanwil Yogyakarta dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.

Langkah ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada BULOG untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng di pasaran.

Kegiatan penyaluran di Pasar Beringharjo ditinjau Dedi Aprilyadi, Pemimpin Perum BULOG Wilayah Yogyakarta, didampingi Budiawan, Manager Bisnis.

Budiawan menjelaskan bahwa harga tebus Minyakita oleh pengecer dari Perum BULOG ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pengecer kepada konsumen adalah Rp15.700 per liter.

“Kami terus berkoordinasi dengan Disperindag DIY untuk menggelontorkan Minyakita ke pasar tradisional serta jaringan ritel binaan BULOG, yaitu RPK (Rumah Pangan Kita), agar distribusi merata dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, Dedi Aprilyadi menyampaikan bahwa selain komoditas beras, BULOG juga melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyaluran Minyakita.

“Hari ini kami bersama jajaran melaksanakan penyaluran Minyakita baik di Kanwil DIY termasuk juga dengan Kantor Cabang Magelang dan Kantor Cabang Banyumas, melalui penugasan ini, kami optimis harga minyak goreng di pasaran dapat tetap stabil dan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya di sela-sela kegiatan peninjauan.

Dengan penyaluran ini, Perum BULOG Kanwil Yogyakarta berharap kebutuhan minyak goreng masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau serta kondisi pasar tetap kondusif.(Fatmawati)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru