Pemkab Ketapang Kucurkan Rp10 Miliar Dana Hibah, Bupati Tekankan Amanah dan Transparansi
Ketapang-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi menyalurkan dana hibah tahun 2026 sebesar Rp10 miliar kepada 69 rumah ibadah dan organisasi kemasyarakatan di berbagai wilayah.
Penyerahan bantuan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual masyarakat di tengah tekanan fiskal.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melalui simbolis Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di ruang rapat utama Kantor Bupati, Selasa (7/4/2026) .
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar dukungan anggaran, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bentuk komitmen berkelanjutan pemerintah daerah terhadap pembinaan mental spiritual serta operasional organisasi kemasyarakatan. Maka harus amanah,” ujar Alexander di hadapan para penerima hibah.
Dana hibah ini disalurkan kepada berbagai elemen, mulai dari pengurus masjid, musholla, pondok pesantren, gereja, hingga lembaga sosial kemasyarakatan.
Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu memperkuat fungsi rumah ibadah sekaligus meningkatkan peran organisasi dalam pelayanan masyarakat.
Meski dihadapkan pada kondisi keuangan daerah yang tidak mudah akibat efisiensi anggaran, Pemkab Ketapang tetap memprioritaskan sektor keagamaan dan sosial.
Alexander menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan kepada kebutuhan dasar masyarakat.
“Walaupun dalam kesulitan keuangan daerah, kami tetap berkomitmen penuh kepada rumah ibadah dan keberlangsungan organisasi di Ketapang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh penerima hibah mengelola dana secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah harus diimbangi dengan integritas dalam pelaksanaan dan pelaporan.
“Pengelolaan anggaran harus benar-benar dipertanggungjawabkan, baik dari sisi pelaksanaan maupun administrasi. Semuanya harus lurus, on the track,” katanya.
Lebih jauh, pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga proporsionalitas dalam memberikan perhatian kepada seluruh umat beragama.
Ketapang, kata Alexander, adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan dan toleransi.
Bantuan hibah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki sarana fisik tempat ibadah, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Rumah ibadah yang lebih layak diyakini mampu menciptakan suasana ibadah