Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Rubah Fungsi Perpustakaan Jadi Pusat Berkarya dan Berdaya Guna

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Rubah Fungsi Perpustakaan Jadi Pusat Berkarya dan Berdaya Guna
Kepala Dinas P & K Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri, pimpin rapat Forum Gabungan Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Bidang Perpustakaan dan Bidang Kearsipan.(Foto Capture YouTube Pemprov Lampung).

Bandarlampung - Spektroom: Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri, memimpin rapat Forum Gabungan Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Bidang Perpustakaan dan Bidang Kearsipan dengan tema “Arah kebijakan Serta Prioritas Program Pembangunan Kegiatan Urusan Perpustakaan dan Kearsipan Tahun Anggaran 2026 dan 2027”

Rapat tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meet di Aula Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Kamis (30/4/2026).

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI - Edi Wiyono dalam paparannya menyebutkan Tahun 2026, perpusnas masih ada beberapa kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

TPBIS, lanjut Edi Wiyono, adalah pendekatan layanan perpustakaan yang mengubah peran perpustakaan menjadi pusat belajar, berkarya, dan berdaya guna bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Program ini fokus pada penyediaan akses informasi, pelibatan masyarakat, dan advokasi untuk menciptakan peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial dan salah satunya berada di lampung ada 19 lokus.

"Kalau kita total itu semuanya ada 123 lokus dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2026. Demikian pula pada program baca bermutu, ada 603 paket, kalau digalihkan 10 ribu berarti ada 603 ribu buku yang kita sebar luaskan ke tengah-tengah masyarakat melalui skema bantuan bacaan bermutu" terangnya lagi.

Dari intervensi Perpusnas ini, sumber daya yang ada ini sudah dioptimalkan sebagai data yang akan digunakan untuk penilaian IPLM misalnya. Nah itu penting sekali, iadi saya lebih condong menyarankan untuk optimalisasi resource yang ada ini, baik yang disiapkan oleh masing-masing perpustakaan, Perpusnas RI.

"Saya lebih mendorong untuk penambahan optimalisasi dari pemanfaatan bantuan-bantuan yang ada dari Perpustakaan Nasional ini. Melalui Relima ( Relawan Literasi Masyarakat: Red) Perpusnas terus memberikan pengakuan terhadap peran penggiat literasi di akar rumput. Jadi tahun 2025 ada 3 Relima yang kita ambil dari Provinsi Lampung dengan beberapa Kabupaten Kota" ujarnnya menjelaskan.

Sementara di Forum yang sama Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito menjelaskan Misi Agenda Rencana Pembangunan RPJPN 2025 - 2045, Transformasi Menyeluruh Untuk Menuju Indonesia Emas 2045, menyangkut Transformasi Indonesia, Landasan Transformasi dan Jangka Implementasi Transformasi.

Flyer Capture YouTube Pemprov Lampung

"Transformasi Indonesia mencakup tiga aspek, yakni Sosial, Ekonomi dan Tata Kelola, transformasi ini berlanaskan pada Supremasi hukum, Stabilitas dan Kepemimpinan Nasional serta Ketahanan sosial dan ekologi" terang Panindito.

audio-thumbnail
Voice Mego Prinandito Ka ANRI
0:00
/133.44

Untuk jangka implementasi, terus Panindito meliputi pembangunan Kewilayahan yang merata dan berkeadilan, sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan serta kesinambungan pembangunan.

Untuk diketahui Forum Gabungan Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Bidang Perpustakaan dan Bidang Kearsipan tersebut diikuti oleh 15 Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung (@Ng).

Berita terkait

Dukung Hilirisasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Maluku, Kasdam XV/Pattimura Hadiri Groundbreaking Pabrik Kelapa dan Pala

Dukung Hilirisasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Maluku, Kasdam XV/Pattimura Hadiri Groundbreaking Pabrik Kelapa dan Pala

Ambon-Spektroom : Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Groundbreaking proyek hilirisasi tahap II berupa pembangunan pabrik kelapa dan pala di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (29/4/2026). Proyek strategis tersebut menjadi tonggak penting bagi pembangunan industri hilirisasi di Maluku yang dikenal

Eva Moenandar, Rafles