Pemkab Lumajang Wujudkan Rumah Singgah Gratis bagi Pasien Rujukan di Surabaya

Rumah singgah ini dirancang secara manusiawi. Tersedia lima kamar dengan kapasitas hingga sepuluh pasien, dan ruang bagi keluarga pendamping.

Pemkab Lumajang Wujudkan Rumah Singgah Gratis bagi Pasien Rujukan di Surabaya
Bupati Lumajang Indah Amperawati meresmikan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya. (Foto : Dok. Kominfo Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Pasien rujukan yang menjalani pengobatan di rumah sakit Surabaya kerap mengalami beban berat dalam mengatasi biaya hidup. Tak jarang masalah tempat istirahat atau penginapan menjadi masalah yang cukup merepotkan pasien maupun keluarganya. Persoalan ini ditangkap Pemerintah Kabupaten Lumajang, dengan menghadirkan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya.

Peresmian yang dilakukan pada Minggu (19/4/2026) menjadi penanda bahwa pelayanan publik tak lagi berhenti di ruang administrasi. Ia bergerak masuk ke wilayah paling mendasar, mengurangi beban nyata yang dirasakan masyarakat, terutama saat berhadapan dengan situasi rentan seperti sakit.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa kehadiran rumah singgah ini merupakan bentuk keberpihakan yang terukur. Pemerintah, menurutnya, tidak boleh membiarkan warga menghadapi beban berlapis ketika berjuang untuk sembuh.

“Rumah singgah ini kami hadirkan agar warga Lumajang bisa tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman selama berobat. Kami ingin mereka fokus pada proses penyembuhan, tanpa harus memikirkan biaya tambahan,” ujarnya.

Kebijakan ini lahir dari kebutuhan riil di lapangan. Tidak sedikit pasien rujukan yang harus menjalani perawatan berhari-hari hingga berminggu-minggu. Dalam situasi itu, biaya penginapan kerap menjadi penghambat akses layanan kesehatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyebut Graha Lamajang sebagai simbol kehadiran negara yang tidak berjarak. Pelayanan publik, menurutnya, harus mampu menjangkau titik-titik paling sensitif dalam kehidupan masyarakat.

“Ini bukan hanya tempat singgah, tetapi wujud konkret pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Negara harus hadir, terutama ketika warganya sedang berjuang untuk sembuh,” tegasnya.

Secara fasilitas, rumah singgah ini dirancang tidak sekadar fungsional, tetapi juga manusiawi. Tersedia lima kamar dengan kapasitas hingga sepuluh pasien, dilengkapi ruang bagi keluarga pendamping. Kebijakan masa tinggal hingga tujuh hari, yang dapat diperpanjang sampai satu bulan berdasarkan rekomendasi medis, memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan pasien.

Pendekatan layanan pun dibuat sederhana. Akses pendaftaran dapat dilakukan secara langsung maupun melalui kanal digital seperti WhatsApp, mencerminkan upaya pemerintah untuk memangkas hambatan birokrasi. Ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Aspek keamanan dan keselamatan juga diperhatikan secara serius. Fasilitas dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, kursi roda standar, hingga kursi roda khusus cerebral palsy. Detail ini menunjukkan bahwa pelayanan tidak hanya hadir, tetapi juga dirancang dengan standar perlindungan yang memadai.

Lokasi Graha Lamajang yang berada sekitar satu kilometer dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo menjadi nilai tambah strategis. Kedekatan ini mengurangi waktu tempuh dan biaya transportasi, sekaligus memudahkan mobilitas pasien yang membutuhkan penanganan intensif.

Lebih dari sekadar fasilitas, kehadiran rumah singgah ini merepresentasikan perubahan cara pandang pemerintah daerah dalam membangun kebijakan. Bahwa pelayanan publik tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat secara langsung. (Yul/Ard/An-m)

Berita terkait

Jakarta Selatan Raih Identitas Kependudukan Digital Dukcapil Prima Award 2026

Jakarta Selatan Raih Identitas Kependudukan Digital Dukcapil Prima Award 2026

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menorehkan prestasi di bidang pelayanan publik. Berkat keberhasilannya mempercepat implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, Jakarta Selatan meraih IKD Dukcapil Prima Award 2026 pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Data Kependudukan

Irvan Idris Saleh, Afrizal Aziz
Saat Resmikan Posyandu Matahari, Bupati Sleman Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multipihak

Saat Resmikan Posyandu Matahari, Bupati Sleman Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multipihak

Sleman – Spektroom : Bupati Sleman Harda Kiswaya menghadiri peresmian Posyandu Matahari di kawasan Kaliurang, Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa (4/8/2026). Posyandu tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Yayasan Rabu Biru Foundation dalam program yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan ibu dan anak pada 1.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Lebih dari Sekadar Layanan Perbankan, Pensiunan dan UMKM Bertemu dalam Satu Ruang Kebersamaan

Lebih dari Sekadar Layanan Perbankan, Pensiunan dan UMKM Bertemu dalam Satu Ruang Kebersamaan

Semarang-Sprktroom : Suasana berbeda terlihat di BRI Branch Office (BO) Semarang Pattimura. Sejak pagi, puluhan nasabah pensiunan datang bukan hanya untuk mengurus keperluan perbankan, tetapi juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan mengunjungi bazar UMKM yang digelar di area kantor. Bagi para pensiunan, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk memeriksa kondisi

Karindra, Bian Pamungkas
ссс