Pemkab Pati Tetapkan Status KLB untuk Penanganan Korban Dugaan Keracunan Program MBG

Pemkab Pati Tetapkan Status KLB untuk Penanganan Korban Dugaan Keracunan Program MBG
Mobil kesehatan Kodim 0718/Pati dikerahkan untuk evakuasi korban dugaan keracunan MBG di MTs Negeri 3 Pati, Rabu, 9 September 2026 kemarin. (Foto: AP/)

Pati-Spektroom: Penanganan dan pengobatan siswa dan guru dugaan keracunan program MBG seluruhnya ditanggung Pemerintah Kabupaten Pati.

Hal itu setelah kasus tersebut ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), dengan sekitar 45 siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong masih menjalani rawat inap hingga Kamis dini hari.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan Pemkab Pati tidak akan membebankan biaya pengobatan kepada para korban.

Ia juga memastikan kondisi korban terus dipantau, termasuk melalui komunikasi langsung meski dirinya sedang berada di Jakarta.

"Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab," tutur Chandra, Kamis, 10 September 2026.

Ia juga menyatakan keselamatan dan pemulihan korban menjadi prioritas Pemkab Pati.

Pemerintah daerah memastikan siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan mendapat penanganan medis serta pemantauan hingga kondisinya benar-benar pulih.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau," kata Chandra.

Status KLB yang ditetapkan Pemkab Pati membuka ruang penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk mendukung penanganan para korban.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap kejadian yang berdampak langsung pada siswa dan guru penerima program MBG.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pemkab Pati, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan Badan Gizi Nasional.

Koordinasi tersebut mencakup penanganan korban sekaligus pemantauan perkembangan kondisi kesehatan mereka.

"Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Chandra.

Selain memastikan korban mendapat perawatan, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban secara berkala.

Pemerintah daerah juga mengawal investigasi untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan, termasuk mengevaluasi proses distribusi dan keamanan pangan program MBG.

"Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi," tegas Chandra.

Hingga Kamis dini hari, sekitar 45 siswa dari dua sekolah di Gembong masih menjalani rawat inap di rumah sakit.

Pemkab Pati juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan kesehatan agar penanganan tetap berlanjut hingga mereka pulih.

"Kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi yang masih sakit. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," tutur Chandra

Berita terkait

Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Segera Dirasakan Masyarakat

Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Segera Dirasakan Masyarakat

Medan — Spektroom : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat merealisasikan program setelah DPRD Sumut dan Pemprovsu menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Bobby menegaskan, persetujuan bersama bukanlah akhir dari proses, melainkan awal

Hartati Rangkuti