Pemkab Ponorogo Masih Hadapi Masalah Sampah
Madiun-Spektroom : Masalah sampah tidak serta merta muncul di hilir, tetapi berawal dari perilaku masyarakat yang langsung membuang sampah tanpa memilahnya lebih dulu. Oleh karena itu, Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita memandang perlu penanganan sampah dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga. Ia meminta warga memilah sampah sesuai jenisnya sebelum membuangnya ke tempat penampungan sementara.
Lisdyarita juga mendorong gerakan mengurangi produksi sampah beserta upaya pemanfaatannya. Bersamaan itu, menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon secara masif. “Langkah-langkah ini sebagai aksi nyata pertobatan ekologis,” ungkapnya.
Senada dengan Lisdyarita, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi panggilan mendesak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Terlebih di Ponorogo yang menghadapi darurat sampah. “Persoalannya lebih pada lambatnya penguraian limbah yang berujung pada penumpukan karena minimnya pemilahan sampah,” jelasnya.
Kata Sapto, pembangunan TPA Mrican Baru hanya salah satu upaya mengatasi darurat sampah. Sistem open dumping tanpa proses pengelolaan sampah lanjutan akan ditinggalkan. “Yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Dikatakannya bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu bekerja sendiri menangani persoalan sampah. Namun, butuh partisipasi seluruh elemen masyarakat hingga tingkat rumah tangga. “Permasalahan sampah ini harus kita selesaikan bersama-sama,” harapnya.
Sementara itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kabupaten Ponorogo berlangsung di Taman Wengker, kamis (18/6/2026) mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim.” Pemkab Ponorogo berkomitmen menjaga kelestarian alam di tengah persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar. Hal demikian karena TPA (tempat pemrosesan akhir) akan kelebihan beban jika tidak menerapkan tata kelola sampah yang benar.