Pemkab Sijunjung dan BBPMP Sumbar Gelar Bimtek Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Perkuat Pencegahan Perundungan di SD
Sijunjung–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Jenjang Sekolah Dasar Angkatan I pada 4–6 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Disdikbud Kabupaten Sijunjung itu menjadi bagian dari upaya memperkuat terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Bimtek diikuti 40 peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Sijunjung. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk membangun budaya sekolah yang berpihak pada peserta didik sekaligus mampu mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa menciptakan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh lingkungan belajar yang memberikan rasa aman, nyaman, serta bebas dari ancaman kekerasan maupun tindakan perundungan.
"Sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat penting agar anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut dan memperoleh perlindungan yang optimal," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Sijunjung, Ade Primawati, ST., MT. Ia menilai budaya sekolah yang menghargai keberagaman dan bebas dari diskriminasi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Menurut Ade, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, dan pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi, di antaranya strategi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, penguatan pendidikan karakter, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Rencana aksi tersebut diharapkan menjadi panduan bagi setiap sekolah dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang lebih efektif serta menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Melalui kolaborasi antara Disdikbud Kabupaten Sijunjung dan BBPMP Sumatera Barat, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga melalui penciptaan lingkungan sekolah yang bermartabat, ramah anak, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak peserta didik.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Sijunjung yang berprestasi, berkarakter, serta berakhlak mulia, sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Kabupaten Sijunjung. (Ris1)