Pemkab Situbondo dan Politeknik Negeri Jember Siapkan Pendirian Kampus Baru di Situbondo
Spektroom - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., melakukan kunjungan ke kampus Politeknik Negeri Jember (Polije), Rabu (24/12/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penguatan SDM dan sektor unggulan daerah sebagai langkah konkret dalam mempercepat proses pembangunan daerah.
Bupati Rio menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menggali potensi ekonomi kerakyatan melalui jalur pendidikan dan riset terapan. Pihaknya sengaja menggandeng Polije karena rekam jejak institusi ini sangat kuat di bidang vokasi pertanian.
“Kami berkunjung ke Polije untuk membahas potensi kerja sama, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami memfokuskan kolaborasi ini pada pengembangan potensi pertanian dan perkebunan sebagai basis ekonomi utama di Situbondo,” ujar Mas Rio sapaan akrabnya, dilansir dari laman Polije, Rabu (24/12/2025).
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa sinergi ini membuka peluang besar bagi rencana pendirian kampus Polije di wilayah Situbondo. Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah tanpa harus keluar kota.

Respon Positif dan Kesiapan Infrastruktur
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyambut hangat inisiatif Pemerintah Kabupaten Situbondo. Ia menilai visi Bupati Situbondo sangat sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang mengedepankan keahlian praktis untuk menjawab tantangan industri dan kebutuhan wilayah.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian besar Bupati Situbondo terhadap pengembangan pendidikan tinggi vokasi. Polije segera menindaklanjuti sinergi ini secara konkret, salah satunya melalui penyiapan rencana kampus ketujuh Polije di Situbondo,” ungkap Saiful Anwar.
Saiful menjelaskan bahwa kompetensi yang dimiliki Polije sangat relevan dengan komoditas unggulan Situbondo, seperti kopi dan tembakau. Dengan sentuhan teknologi dan riset dari akademisi, sektor-sektor tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Arahan pengembangan potensi kopi, tembakau, dan sektor pertanian secara luas sangat sejalan dengan kompetensi kami. Kami optimis kolaborasi ini dapat mendorong Situbondo untuk benar-benar ‘naik kelas’,” pungkasnya.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level administratif, tetapi mampu menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat Situbondo guna mendongkrak daya saing daerah di tingkat nasional.