Pemkab Sleman Pastikan Kurban Sehat dan Ramah Lingkungan

Pemkab Sleman Pastikan Kurban Sehat dan Ramah Lingkungan
Narasumber sedang memberikan pengarahan kepada wartawan tentang Kurban berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. (Foto: Fatmawaty).

Sleman – Spektroom: Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2026 melalui pengawasan kesehatan hewan kurban hingga pengelolaan limbah pemotongan agar tetap aman dan ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers bertema “Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” di Aula Dinas Pertanian Sleman, Kamis (21/5/2026).

Hadir sebagai narasumber Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sugeng Riyanta, serta Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus.

Rofiq Andriyanto mengatakan pengawasan kesehatan hewan kurban telah dilakukan sejak sebelum Idul Adha melalui pemeriksaan ternak di pasar hewan maupun lapak penjualan. Menurutnya, Pemkab Sleman masih mewaspadai penyakit mulut dan kuku (PMK) meski kondisi saat ini mulai terkendali.

“PMK di Sleman belum sepenuhnya selesai. Karena itu vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan terus kami lakukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal tahun pihaknya menerapkan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh hewan yang masuk pasar hewan. Hewan yang tidak sehat diminta keluar atau diputar balik.

Selain PMK, kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi antraks, terutama di wilayah perbatasan. Pemkab Sleman telah melakukan vaksinasi ratusan ternak sapi dan kambing di wilayah rawan.

Untuk pengawasan selama Idul Adha, Dinas Pertanian menyiapkan 331 personel yang terdiri atas dokter hewan, paramedis, penyuluh, dan mahasiswa Fakultas Peternakan untuk melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan.

“Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi penyembelihan hewan kurban,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sugeng Riyanta mengimbau panitia kurban mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging.
Pemkab mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, atau wadah lainnya.

“Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran,” ujarnya.

DLH Sleman juga meminta panitia menyediakan lubang khusus untuk pembuangan limbah pemotongan seperti darah dan jeroan agar tidak dibuang ke sungai maupun saluran air.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sleman memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi selama hewan dalam kondisi sehat dan dimasak hingga matang sempurna.

“Masyarakat perlu memastikan daging dimasak benar-benar matang agar aman dikonsumsi,” kata dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus.

Berita terkait

UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI

UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI

Palangka Raya-Spektroom : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Pendanaan Riset Kolaboratif menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat

Polin, Julianto