Trending

Pemkab Sorong Salurkan 20 Tongkat & 15 Kursi Roda Kepada Penyandang Disabilitas

Pemkab Sorong Salurkan 20 Tongkat & 15 Kursi Roda Kepada Penyandang Disabilitas
Penyerahan secara simbolis kepada penyandang disabilitas. (foto: Pemkab Sorong)

Sorong-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sorong menyalurkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas berupa 20 tongkat dan 15 kursi roda. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong, Amatus Turot, mengatakan penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada penerima yang telah melalui proses pengusulan, monitoring, dan verifikasi lapangan sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Penyaluran pagi tadi adalah penyaluran terkait dengan kelompok rentan, yaitu kelompok disabilitas. Ada dua jenis bantuan, yang pertama tongkat dan yang kedua kursi roda,” ujar Amatus Rabu, 14 Oktober 2026.

Dijelaskannya, bantuan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan fisik dan membutuhkan dukungan alat bantu mobilitas.

Penerima bantuan menurutnya, ditentukan berdasarkan usulan yang kemudian diperiksa langsung oleh petugas di lapangan untuk memastikan kondisi, identitas, serta kelayakan calon penerima.

“Mereka yang mengusulkan, kemudian kami melakukan pemantauan lapangan, pendirian, lalu ditetapkan dalam SK Bupati sehingga mereka layak untuk menerima,” kata Amatus.

Ia menambahkan, penyampaian bantuan tidak seluruhnya dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan. Sebagian penerima hadir sebagai perwakilan, sedangkan bantuan bagi penerima lainnya diantarkan langsung ke rumah karena keterbatasan mobilitas.

Bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas dan membutuhkan alat bantu agar mengajukan permohonan tertulis kepada Bupati Sorong dengan tembusan kepada Dinas Sosial.

"Pengajuan dibuat dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Bupati, tetapi tembusannya ke Dinas Sosial. Namun, usulan itu tidak berarti serta-merta langsung dibantu. Kami harus melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan terlebih dahulu," imbuhnya.

Usulan masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat menjadi bahan perencanaan program bantuan sosial pada APBD tahun 2027," tutup Kadinsos Kabupaten Sorong,

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP