Pemko Palangka Raya Peringati Hari Bela Negara ke-77, Dandim: Bela Negara Harus Hadir dalam Tindakan Nyata

Bentuk ancaman terhadap negara kini tidak lagi bersifat konvensional. Perang siber, gerakan radikalisme, penyebaran hoaks, hingga meningkatnya frekuensi bencana alam menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi secara kolektif.

Pemko Palangka Raya Peringati Hari Bela Negara ke-77, Dandim: Bela Negara Harus Hadir dalam Tindakan Nyata
Komandan Kodim 1016 Palangka Raya, Letkol Inf Kurniawan Agung Sancoyo sebagai Inspektur upacara membacakan amanat Presiden RI (dok. MC PRaya)

Spektroom - Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar upacara gabungan memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-77 di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat (19/12/2025). HBN ini menjadi momentum peneguhan kembali semangat bela negara di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Upacara dihadiri Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya (walikota sedang rangkaian studi banding di Badung Bali), unsur Forkopimda, serta diikuti anggota TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Palangka Raya. Bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Komandan Kodim 1016 Palangka Raya, Letkol Inf Kurniawan Agung Sancoyo.

Dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan Dandim 1016 Palangka Raya, disampaikan bahwa peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi bangsa Indonesia,” ujar Dandim saat membacakan amanat Presiden.

Lebih lanjut disampaikan, bentuk ancaman terhadap negara kini tidak lagi bersifat konvensional. Perang siber, gerakan radikalisme, penyebaran hoaks, hingga meningkatnya frekuensi bencana alam menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi secara kolektif.

“Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan bersama seluruh warga Indonesia, bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab semua elemen bangsa,” tegasnya.

Dandim juga menyinggung musibah bencana alam yang melanda sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, sehingga musibah yang terjadi merupakan panggilan kemanusiaan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk hadir dan membantu.

Momentum Hari Bela Negara ke-77, lanjutnya, harus dimaknai sebagai pengingat bahwa cinta tanah air tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan konkret. Mulai dari membantu sesama yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari hoaks dan provokasi, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.

“Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” pungkasnya. (Polin - ndk)