Trending

Nikah Massal, di ikuti 100 Pasangan

Nikah Massal, di ikuti 100 Pasangan
Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama pasangan Nikah Mas¹(Eva..)

Spektroom- Pemerintah Kota Ambon Gelar Nikah Massal, di ikuti, sebanyak 100 Pasangan, dan secara resmi tercatat di pemerintah Kota Ambon, dalam kerja sama dengan Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Kelas II, serta Tim Penggerak PKK Kota Ambon, lrwat pelayanan terpadu, kepemilikan Status Hukum perkawinan, kepemilikan Kependudukan dan Pencatatan Sipil bagi masyarakat kota Ambon.

Dalam pelayanan terpadu ini sebanyak 100 pasangan mengikuti nikah massal untuk memperoleh pengakuan sah negara atas pernikahan mereka.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam sambutannya menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan yang adil bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

“Banyak pasangan sudah menikah secara agama, tetapi belum tercatat oleh negara. Melalui sidang ini, hak mereka kini diakui secara resmi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengesahan pernikahan tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga melindungi hak-hak anak. Dengan status hukum yang jelas, anak-anak dapat memperoleh akta kelahiran, KTP, hingga akses pendidikan dan layanan publik lainnya.

Sejak 2020, Pemkot Ambon bersama tiga lembaga tersebut telah menggelar pelayanan terpadu sedikitnya tiga kali. Hingga kini telah tercatat lebih dari 300 pasangan memperoleh pengesahan status pernikahan. Pemerintah menargetkan jumlah peserta terus meningkat pada tahun mendatang, termasuk bagi pasangan dari keluarga kurang mampu.

Dari jumlah tersebut, 48 pasangan tercatat melangsungkan pemberkatan nikah di Aula Santo Fransiskus Xaverius Ambon, sementara 52 pasangan lainnya pada Kantor Pencatatan Sipil pada hari yang sama.

Kegiatan ini ditujukan bagi pasangan yang selama ini telah hidup bersama namun belum tercatat secara resmi, baik di gereja maupun kantor catatan sipil.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 454 Tahun 2021 tentang organisasi perangkat daerah, serta dituangkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran bagian kesejahteraan rakyat.

Tujuannya, memberikan akses yang adil bagi masyarakat yang terkendala ekonomi maupun informasi sehingga belum memiliki akta nikah sah.

Sejak pertama kali dilaksanakan, Pemkot Ambon bersama lembaga terkait telah berhasil mengesahkan ribuan pasangan. Hingga tahun 2025, tercatat 2.725 pasangan di Kota Ambon memperoleh pengakuan hukum melalui sidang isbat nikah maupun pencatatan sipil. (EM)

Berita terkait

Taspen Digitalisasi Layanan, 38 Ribu Pensiunan di Kalteng Tak Perlu Lagi Menempuh Perjalanan Jauh

Taspen Digitalisasi Layanan, 38 Ribu Pensiunan di Kalteng Tak Perlu Lagi Menempuh Perjalanan Jauh

Palangka Raya-Spektroom: Jarak geografis dan usia lanjut tak lagi menjadi penghalang bagi 38 ribu pensiunan di Kalimantan Tengah untuk mendapatkan pelayanan dan hak pensiun. Melalui digitalisasi layanan, PT Taspen (Persero) menghadirkan kemudahan autentikasi dan pengurusan administrasi secara daring sehingga pensiunan tidak harus datang langsung ke kantor pelayanan. Manfaat layanan

Polin, Buang Supeno
Kejari Barsel Ajak Warga Waspadai Hoaks Pemicu Konflik SARA

Kejari Barsel Ajak Warga Waspadai Hoaks Pemicu Konflik SARA

Buntok-Spektroom: Penyebaran hoaks dan konten provokatif di media sosial berpotensi memicu konflik sosial dan perpecahan antarumat beragama. Karena itu, masyarakat Kabupaten Barito Selatan (Barsel) diajak meningkatkan kewaspadaan dengan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM)

Polin, Buang Supeno