Pemkot Ambon Susun RDTR dan KLHS Dorong Investasi Berkelanjutan

Pemkot Ambon Susun RDTR dan KLHS Dorong Investasi Berkelanjutan
Wali Kota Ambon Bodewin wattimena (foto: Eva Moenandar)

Spektroom - Pemerintah Kota Ambon menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) wilayah perencanaan Baguala - Letimur Selatan dan Nusaniwe.

Langkah ini diambil guna mendorong kemudahan investasi dan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penataan Ruang.

Penyusunan RDTR ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Ambon dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD, perwakilan kementerian/lembaga teknis, dan unsur Forkopimda, Selasa (05/08/2025).

“RDTR merupakan kunci utama mempercepat investasi. pemerintah pusat sudah menekankan bahwa daerah wajib segera menyiapkan dokumen ini agar tidak terjadi lagi tumpang tindih pemanfaatan ruang,” ujar Wali Kota.Bodewin.

Sebelumnya, Ambon telah memiliki satu RDTR yang ditetapkan pada 2021, mencakup wilayah pusat kota dari Halong hingga kawasan Museum Siwalima. Dengan penyusunan RDTR Baguala dan Nusaniwe, Kota Ambon menargetkan minimal tiga wilayah perencanaan dapat ditata secara detail.

Namun demikian, masih terdapat satu wilayah perencanaan yang belum tersentuh, yakni Teluk Ambon. “Kami masih terkendala sengketa batas wilayah dengan Kabupaten Maluku Tengah. Persoalan ini harus segera dituntaskan agar RDTR Teluk Ambon juga bisa disusun,” tambahnya.

RDTR akan memangkas prosedur birokrasi dalam penerbitan izin, seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan mengurangi potensi konflik pemanfaatan ruang.

“Setelah RDTR ini disepakati dan ditetapkan, tidak perlu lagi rapat-rapat tambahan hanya untuk menyepakati pemanfaatan satu bidang tanah. Semua sudah harus rujuk ke RDTR,” pungkasnya. (AA)

Berita terkait

BPBD Jateng Mulai Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

BPBD Jateng Mulai Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Semarang-Spektroom: Musim kemarau 2026 mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menggelontorkan bantuan air bersih, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah terdampak kekeringan. Kepala BPBD, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, seluruh kabupaten/kota telah menyiapkan dukungan logistik air bersih, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Pemprov DKI Jakarta bersama Breathe Cities Luncurkan laporan Kawasan Rendah Emisi Terpadu

Pemprov DKI Jakarta bersama Breathe Cities Luncurkan laporan Kawasan Rendah Emisi Terpadu

Jakarta - Spektroom : Sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, dan pembangunan kota yang lebih berkelanjutan, Pemda DKI Jakarta menyampaikan laporan dalam Sidang Pleno Kelompok Kerja Mitigasi Adaptasi Bencana Iklim (Pokja MABI) bertema ‘Dari Kawasan Rendah Emisi menuju Ketahanan Iklim: Dari Ambisi Menuju Aksi’. Laporanitu secara resmi diserahkan oleh

Irvan Idris Saleh, Afrizal Aziz