Pemkot Siapkan Langkah Antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Nataru

Pemkot Siapkan Langkah Antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok  jelang Nataru
Wakil walikota Pontianak Bahasan hadiri Hight Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi jelang Nataru. Foto : Diskominfo kota Pontianak .

Spektroom — Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai memperkuat langkah pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang kerap menjadi momen meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan agar stabilitas harga tetap terjaga.
“Kami rutin memantau harga di pasar-pasar.

Berdasarkan data terakhir, harga bahan pokok di Pontianak relatif stabil dan termasuk yang paling rendah dibandingkan kota lain, menempati peringkat 17 dari 44 kota yang dipantau,” ujarnya saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Rabu (12/11/2025).

Namun, Bahasan mengingatkan bahwa penurunan harga yang terlalu tajam juga perlu diwaspadai.

“Kalau turun terlalu dalam, bisa mengganggu keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dari 54 titik pantauan harga di Kota Pontianak, 47 di antaranya menunjukkan tren harga yang rendah. Ini harus kita cermati,” jelasnya.

Menurutnya, perbedaan jarak pasokan dan distribusi antar wilayah sering menjadi penyebab utama ketimpangan harga di pasaran. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus digencarkan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Kalbar dan instansi vertikal lainnya.

“Selain operasi pasar, kami juga menyiapkan program beras murah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Bulan lalu, sekitar 20 ton beras sudah kita salurkan,” ungkap Bahasan.

Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan anggaran khusus untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap aman hingga awal tahun. Salah satu upaya terbaru yakni pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) untuk memantau harga secara real-time.

“Dengan sistem ini, kita bisa mengetahui lebih cepat jika ada kenaikan harga di suatu wilayah, sehingga respons bisa dilakukan segera,” ujarnya.

Bahasan pun mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari kelompok tani, TP PKK, hingga pelaku usaha lokal yang turut menjaga keseimbangan harga di pasar.

“Sinergi ini penting, apalagi menjelang Nataru yang biasanya sensitif terhadap kenaikan harga. Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, inflasi di Pontianak bisa tetap terkendali,” tutupnya.

Penulis. : Apollonius

Editor : Biantoro