Pemkot Surakarta Beri Penguatan Modal kepada 627 KPM PKH

Pemkot Surakarta Beri Penguatan Modal kepada 627 KPM PKH
Pemerintah Kota Surakarta apresiasi graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta - Spektroom: Sebanyak 627 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Surakarta dinyatakan lulus atau graduasi secara mandiri, setelah dinilai mampu meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarganya sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan PKH.

Pemerintah Kota Surakarta memberikan apresiasi sekaligus dukungan penguatan modal usaha ekonomi produktif berupa perangkat kompor gas kepada peserta Program Keluarga Harapan yang telah berhasil melakukan graduasi.

Penyerahan apresiasi dilakukan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi bersama Wakil Wali Kota, Astrid Widayani di Balai Kota Surakarta, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan penyerahan alat bantu bagi penyandang disabilitas serta hibah bantuan sosial bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan keberhasilan 627 KPM melakukan graduasi menunjukkan program perlindungan sosial tidak hanya dapat menjadi jaring pengaman, tetapi juga mampu mendorong keluarga penerima manfaat menuju kehidupan yang lebih produktif dan mandiri.

“Graduasi bukan sekadar berakhirnya kepesertaan dalam Program Keluarga Harapan, tetapi merupakan indikator bahwa keluarga penerima manfaat telah memiliki kemampuan untuk melanjutkan kehidupan secara lebih mandiri,” kata Respati.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Wakil Wali Kota Astrid Widayani, menyerahkan apresiasi KPM PKH, alat bantu penyandang disabilitas dan bantuan sosial LKS. (Foto: Ciptati Handayani) memberik

Keberhasilan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi KPM lainnya untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga. Kemauan, kerja keras, pendampingan dan kesempatan menjadi modal penting agar masyarakat secara bertahap mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Pemkot Surakarta terus mendorong semakin banyak KPM yang mampu melakukan graduasi secara mandiri. Namun, keberhasilan tidak hanya dilihat dari berhentinya bantuan, melainkan juga harus diikuti peningkatan kapasitas, kemandirian serta keberlanjutan kesejahteraan keluarga.

Respati juga memberikan apresiasi kepada SDM PKH dan pendamping sosial yang selama ini mendampingi masyarakat. Pendamping dinilai memiliki peran penting dalam memberikan motivasi sekaligus membantu KPM memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan taraf hidup.

Pemkot Surakarta juga menyerahkan alat bantu disabilitas kepada 8 warga, terdiri atas 4 unit kaki palsu dan kursi roda. Selain itu, bantuan sosial diberikan kepada 21 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) serta 1 janda perintis kemerdekaan.

Seluruh program merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surakarta membangun kota yang inklusif, dengan memberikan ruang yang sama bagi setiap warga untuk memperoleh akses pelayanan, kesempatan berkarya dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun pembangunan. (C. Handayani)

Berita terkait