Pemprov Lampung Komitmen Untuk Bangun Ekonomi Daerah Yang Inklusif

Pemprov Lampung Komitmen Untuk Bangun Ekonomi Daerah Yang Inklusif
Coffee Morning Gubernur Lampung bersama pimpinan dunia usaha (Foto: Biro Adpim Lampung).

Spektroom - Hingga 2029, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki arah pembangunan yang jelas dengan tiga misi utama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri dan inovatif, memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat melalui pemerintahan yang beradab, berkeadilan dan berkelanjutan.

Oleh karenanya Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk membangun ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan sebagai bagian dari visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Coffee Morning bersama pimpinan dunia usaha yang digelar di PT. Nestle Indonesia Panjang Factory, Bandar Lampung, Rabu (28/1/2026).

Menurut Gubernur, pertumbuhan ekonomi inklusif menjadi kunci agar seluruh potensi Lampung dapat bergerak bersama dimana menurutnya selama ini, ekosistem ekonomi di Lampung masih berjalan secara terpisah antara sektor pertanian, industri, dan dunia usaha.

Mirza juga menilai kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi belum optimal dirasakan masyarakat, khususnya petani.

“Kami menyadari bahwa selama ini banyak sektor berjalan sendiri-sendiri. Ketika tidak terhubung dan tidak inklusif, dorongan pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas. Pemerintah harus hadir sebagai perajut agar seluruh ekosistem ekonomi dapat tumbuh bersama,” ujarnya.

Gubernur menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam memperkuat daya saing daerah dimana penguatan daya saing dilakukan dengan memperkuat industri, meningkatkan produktivitas petani, serta membangun kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi dan teknologi.

Selain ekonomi, Gubernur Mirza juga menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang masih berada di peringkat terbawah di Sumatera dan peringkat 26 secara nasional.

Kondisi tersebut dinilai ironis mengingat Lampung memiliki kedekatan geografis dengan Jakarta, infrastruktur yang memadai, serta akses teknologi yang relatif baik.

“Ini menjadi refleksi bahwa pembangunan kita sebelumnya belum cukup inklusif. Ke depan, penguatan SDM harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam paparannya, Gubernur Mirza juga memaparkan potensi besar perekonomian Lampung. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tercatat sebesar Rp483 triliun.

Diforum yang sama, Factory Manager PT. Nestle Indonesia Panjang Factory Jefri Manurung menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela merupakan sebuah wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat hubungan dengan pelaku industri dan dunia usaha.

Jefri menjelaskan bahwa Pabrik Nestle Panjang saat ini memproduksi 19 SKU yang mencakup berbagai merek unggulan Nestle Indonesia, seperti Milo, Maggi, Nescafe, serta produk Nestle Professional.

Dirinya juga menjelaskan bahwa sejumlah produk, termasuk Maggi dan Milo Cube, tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tetapi juga diekspor, menjadikan Pabrik Panjang sebagai salah satu penopang ekspor produk Maggi Nestle.

"Aktivitas tersebut merupakan kontribusi nyata Nestle dalam meningkatkan daya saing industri pangan nasional sekaligus mendukung perekonomian nasional, sejalan dengan misi Nestle untuk menciptakan manfaat bersama dan nilai tambah bagi masyarakat" ujarnnya.(@Ng).

Berita terkait

Camat Bungku Kabupaten Morowali  Meraih Gelar  Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi. Camat Bungku Kabupaten Morowali

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti