Pemulihan DAS Banjaran, Unsoed Dorong Perlindungan Sumber Air di Lereng Slamet
Banyumas-Spektroom : Kelestarian hutan di lereng Gunung Slamet menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko bencana lingkungan di wilayah Banyumas. Karena itu, pemulihan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Banjaran perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyatakan kesiapan mendukung upaya tersebut. Komitmen itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Roy Andreas, dalam kegiatan konservasi DAS Banjaran di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Kamis (29/10/2026).
Roy mengatakan, kawasan hutan Gunung Slamet memiliki fungsi ekologis yang penting, mulai dari daerah resapan air, pengatur tata air, hingga habitat berbagai jenis flora dan fauna. Kerusakan kawasan hulu berpotensi memengaruhi keseimbangan lingkungan di wilayah sekitarnya.
“Universitas Jenderal Soedirman siap mendukung upaya konservasi dan pemulihan hutan di kawasan Daerah Aliran Sungai sekitar Gunung Slamet sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, keberlanjutan sumber daya air, keanekaragaman hayati, serta keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Roy, upaya pemulihan hutan membutuhkan pendekatan ilmiah dan kerja sama lintas sektor. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar perlindungan lingkungan dapat berjalan secara konsisten, bukan sekadar melalui kegiatan penanaman pohon.
Ketua Panitia Kegiatan, Kuspono, menyampaikan bahwa pemulihan kawasan resapan air tidak dapat dibebankan hanya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan untuk mengurangi risiko erosi, tanah longsor, dan banjir.
Kegiatan bertema “Bersama Menjaga Alam untuk Energi Berkelanjutan” tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI, PT PLN Indonesia Power UBP Mrica, Perum Tirta wilayah Serayu Bogowonto, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, perguruan tinggi, serta unsur TNI dan Polri.
Selain penanaman bibit pohon konservasi di sekitar DAS Banjaran, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan pendidikan kepada siswa SD Negeri Kalipagu. Panitia juga menyalurkan bantuan sembako dan santunan tunai kepada warga setempat.
Keterlibatan berbagai pihak diharapkan memperkuat upaya menjaga kawasan hulu Gunung Slamet, terutama dalam mempertahankan fungsi resapan air dan keberlanjutan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat Banyumas dan sekitarnya.