Pemulihan Listrik Pascabencana di Aceh Terus Dikebut

Pemulihan Listrik Pascabencana di Aceh Terus Dikebut
Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik (kanan), di Pusat Informasi dan Media Center Bencana, di Kantor Gubernur Aceh (Foto: Amiriyandi/InfoPublik)

Spektroom - Pemerintah Provinsi Aceh terus mempercepat pemulihan sektor energi pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Upaya tersebut difokuskan pada normalisasi sistem kelistrikan, pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta penyaluran elpiji (LPG) agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski di tengah keterbatasan akses.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, Senin (15/12/2025) di Pusat Informasi dan Media Center Bencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, mengakui jika kondisi kelistrikan di wilayahnya kini masih dalam tahap pemulihan. Pemadaman bergilir masih terjadi, termasuk di Kota Banda Aceh, sebagai dampak dari kerusakan infrastruktur transmisi akibat bencana.

“Kondisi listrik di Aceh memang masih gelap dan terjadi pemadaman bergilir yang cukup ekstrem. Hal ini disebabkan oleh robohnya sejumlah menara transmisi dan terputusnya jaringan listrik akibat bencana,” ujar Taufik.

Meski begitu Pemerintah Aceh terus berkoordinasi intensif dengan PT PLN (Persero). Tim PLN di lapangan bekerja tanpa henti untuk mempercepat perbaikan jaringan dan menara transmisi yang terdampak, meski menghadapi tantangan medan dan cuaca.

Untuk sistem transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Peusangan Bireuen, Taufik menjelaskan sebelumnya terdapat empat menara roboh dan satu menara mengalami deformasi. “Alhamdulillah, per hari ini perbaikan di jalur tersebut sudah selesai 100 persen dan kembali berfungsi,” tuturnya.

Perbaikan juga telah tuntas pada jalur SUTT Bireuen–Arun yang sempat mengalami kerusakan akibat robohnya menara transmisi. Namun demikian, kendala masih terjadi pada jalur SUTT Brandan–Langsa. Meski begitu berdasarkan laporan terakhir, progres perbaikan telah mencapai 86 persen.

“Rekan-rekan PLN terus mengejar penyelesaian agar sistem kelistrikan Aceh dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kami terus memberikan dukungan dan berharap proses ini dapat selesai tanpa hambatan berarti,” kata Taufik.

Berita terkait