Penanganan Darurat Masif Pada 13 Kabupaten Kota di 3 Provinsi Terdampak Bencana Sumatera

Penanganan Darurat Masif Pada 13 Kabupaten Kota di 3 Provinsi Terdampak Bencana Sumatera
Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (kiri) di Pusat Informasi dan Media Center Bencana di Kantor Gubernur Aceh (Foto: BNPB)

Spektroom - Pemerintah perkuat kehadirannya di tengah masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Melalui kerja terpadu lintas kementerian dan lembaga, upaya pencarian korban, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, dan pemulihan layanan dasar dilakukan secara berkelanjutan, agar aktivitas masyarakat segera pulih dan risiko dampak lanjutan dapat ditekan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hingga Senin (15/12/2025), penanganan darurat masih dimasifkan di 13 kabupaten/kota terdampak langsung, dengan cakupan tiga kabupaten di Sumut, empat kabupaten di Sumbar, dan enam kabupaten di Aceh.

“Pemerintah fokus penanganan pada lima aspek utama, yakni pencarian dan pertolongan korban, distribusi logistik, pembukaan akses jalur darat, pemulihan sektor komunikasi, serta pemulihan energi, termasuk listrik dan BBM,” ujar Abdul Muhari di Pusat Informasi dan Media Center Bencana di Kantor Gubernur Aceh.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah 14 jiwa, sehingga total korban meninggal dunia mencapai 1.030 orang. Penambahan korban berasal dari Aceh sebanyak tujuh jiwa, Sumut enam jiwa, dan Sumbar satu jiwa. Sementara itu, jumlah korban hilang menurun dari 212 orang menjadi 206 orang seiring intensifnya operasi pencarian di lapangan.

Jumlah pengungsi kini mencapai 608.940 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Provinsi Aceh sebanyak 572.862 jiwa. Pemerintah daerah bersama BNPB memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari pangan, air bersih, hingga layanan kesehatan, terus terpenuhi.

Dalam perkembangan status wilayah, sebanyak 28 kabupaten/kota di tiga provinsi masih berada pada status tanggap darurat, terdiri atas 12 kabupaten/kota di Aceh, delapan di Sumut, dan delapan di Sumbar. Namun demikian, sejumlah daerah mulai memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan awal, antara lain Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Aceh Besar di Aceh, serta Kota Padang Sidempuan Sumut.

Untuk distribusi bantuan, Menurut Abdul Muhari, hingga kini pemerintah telah menyalurkan logistik melalui 22 sorti penerbangan dengan total muatan 42 ton, serta empat pengiriman jalur darat seberat 4,2 ton. Dengan demikian, total bantuan logistik yang tersalurkan hari ini mencapai 46,34 ton.

“Distribusi udara fokus ke kantong-kantong pengungsian dan bandara strategis seperti Rembele, Malikussaleh, dan Alas Leuser agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara cepat dan merata,” jelasnya.

Upaya pemulihan infrastruktur juga menunjukkan kemajuan signifikan. Jembatan Bailey di Tepin Mane yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah telah berfungsi penuh dan dapat dilalui dengan sistem buka-tutup. Akses jalan dari kawasan BTS A Utara KKA (jalan lintas Gayo) menuju Bandara Rembele di Bener Meriah juga mulai dapat dilalui kendaraan roda empat secara terbatas, sehingga mobilitas logistik dan layanan darurat semakin lancar.

Berita terkait