Penanganan Pasien Hidrosefalus dan Desa Berdaya mendapat Perhatian Serius Gubernur NTB

Penanganan Pasien  Hidrosefalus dan Desa Berdaya mendapat Perhatian Serius Gubernur NTB
Gubernur NTB meninjau Pasien kasus penyakit hidrosefalus di Desa Pandan Indah Lombok Tengah. (foto Diskominpotik ntb)

Lombok Tengah-Spektroom : Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus hidrosefalus dengan mengunjungi dua warga penderita penyakit tersebut di Dusun Kreak, Desa Pandan Indah, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk memastikan setiap warga memperoleh layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan penanganan yang berkelanjutan, sekaligus meninjau pelaksanaan Program Desa Berdaya di wilayah tersebut.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Ahmad Yani, pria berusia lebih dari 40 tahun yang menderita hidrosefalus sejak kecil. Akibat penyakit tersebut, Ahmad Yani tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan hingga kini hanya dapat berbaring karena tidak mampu berdiri maupun berjalan.

Ayah Ahmad Yani, Safi'i, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB."Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah datang langsung melihat kondisi anak kami. Ini merupakan pertama kalinya seorang gubernur berkunjung ke rumah kami. Semoga perhatian ini menjadi jalan agar Ahmad Yani mendapatkan penanganan yang lebih baik," ujar Safi'i.

Selanjutnya, Miq Iqbal mengunjungi Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan yang juga menjalani pengobatan akibat hidrosefalus. Setelah menjalani operasi di RSUP Provinsi NTB, kondisi Nadira menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan saat ini rutin menjalani kontrol sebanyak dua kali setiap pekan.

Sambil menggendong Nadira, Gubernur memberikan semangat kepada keluarga agar terus menjaga kesehatan dan asupan gizi selama masa pemulihan. "Alhamdulillah, kondisi Nadira sudah jauh lebih baik. Kepalanya tidak lagi membesar seperti sebelumnya. Tetap dijaga makanannya, harus bergizi. Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap senyum," pesan Miq Iqbal.

Direktur RSUP Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menjelaskan kasus Ahmad Yani telah berlangsung lebih dari empat dekade. Pada masa itu, fasilitas kesehatan dan layanan bedah saraf di NTB masih sangat terbatas sehingga peluang penanganan optimal belum tersedia.

"Untuk kasus yang telah berlangsung puluhan tahun, tindakan operasi memiliki risiko yang sangat tinggi dan tidak banyak mengembalikan fungsi tubuh. Karena itu, penanganan difokuskan pada perawatan suportif atau palliative care untuk menjaga kualitas kesehatan dan kenyamanan hidup pasien," jelasnya.

Ia menambahkan, RSUP Provinsi NTB akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala."Tim medis akan melakukan kunjungan rutin ke rumah pasien agar kondisi kesehatannya terus terpantau," katanya.

Menurut dr. Asrul, RSUP Provinsi NTB kini telah memiliki dokter spesialis bedah saraf beserta fasilitas yang memadai untuk menangani kasus hidrosefalus. Karena itu, deteksi dini dan penanganan segera setelah bayi lahir menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan terapi dan tumbuh kembang anak.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur juga melihat perkembangan pelaksanaan Program Desa Berdaya di Desa Pandan Indah.

Kepala Desa Pandan Indah, Maksum, S.Pd.I, menjelaskan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB telah direalisasikan untuk mendukung pengembangan peternakan melalui program penggemukan 10 ekor sapi dan budidaya 525 ekor ayam petelur yang dikelola masyarakat.

Berita terkait

Mangrove Tanaman Dewa yang Kokoh Menahan Ombak, Dapat Menjaga Ekosistem Laut dan Pantai

Mangrove Tanaman Dewa yang Kokoh Menahan Ombak, Dapat Menjaga Ekosistem Laut dan Pantai

Tanjungpinang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) melalui Dinas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Kepri mengelar peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang ditandai dengan penanaman seribu bibit pohon Mangrove. Peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2026 ini mengangkat tema Menjaga Mangrove, Mengamankan Hari Mendatang , dilangsungkan, Minggu (26/7/2026) di Pesisir Pantai

Desmawati, Bian Pamungkas
Wagub PBD: Pendidikan Gratis Untuk Memastikan Anak Mengenyam Pendidikan Dengan Baik

Wagub PBD: Pendidikan Gratis Untuk Memastikan Anak Mengenyam Pendidikan Dengan Baik

Sorong-Spektroom : Guna memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan sekaligus memiliki masa depan yang lebih baik, pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melakukan upaya penguatan perlindungan anak, melalui pendidikan gratis. Pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menekankan pentingnya implementasi pesan Menteri Pemberdayaan

Anthonius Teniwut, Julianto
Dihadapan Perwakilan BEM Seluruh Indonesia, Gubernur Ahmad Luthfi Meminta Mahasiswa Terlibat Pembangunan Daerah

Dihadapan Perwakilan BEM Seluruh Indonesia, Gubernur Ahmad Luthfi Meminta Mahasiswa Terlibat Pembangunan Daerah

Semarang-Spektroom: Musyawarah Nasional (Munas) ke-19 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines), selama sepekan. Dalam pembukaan munas Senin (27/7/2026), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta mahasiswa tidak sekadar menjadi agent perubahan, namun ikut terlibat dalam pembangunan daerah. Acara ini diikuti perwakilan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas