Pencangan Program TAMASYA di Kota Tidore Meningka Kualitas Layanan Pengasuhan Anak

Pencangan Program TAMASYA di Kota Tidore Meningka Kualitas Layanan Pengasuhan Anak
Pencanangan Program TAMASYA di Kota Tidore Kepulauan (Foto:BKKBN Malut)

Spektroom – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Kamis (11/12/2025) meluncurkan program inovatif Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Program ini diluncurkan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Arum Melati dan menjadi titik awal kerja sama erat dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara dalam pembinaan pengasuhan anak usia dini.
Pelaksanaan kegiatan peluncuran berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari para pendidik PAUD dan pengasuh TPA, menyambut terobosan baru dalam pengasuhan dan pembinaan anak usia dini. Program TAMASYA menjadi penting karena prinsip pelaksanaannya akan didampingi dan dibina langsung oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara.
Peluncuran dilaksanakan oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan M. Hasybi KF Marsaoly, sebagai simbol dimulainya operasional program ini.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara dr. Victor Palimbong, M.K.M., AIFO-K berharap dengan diluncurkannya TAMASYA di TPA Arum Melati, kualitas layanan pengasuhan anak di Kota Tidore Kepulauan semakin meningkat.
"Inisiatif ini dipandang sebagai langkah nyata dalam membangun generasi masa depan yang cerdas, mandiri, dan berkarakter, sejalan dengan visi pembangunan keluarga BKKBN," tutup dr. Victor.

Berita terkait

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Spektroom – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat, masih menunjukkan kondisi rawan. Hingga (31/01/2026) malam, lahan yang terbakar dilaporkan masih berasap meski upaya pemadaman dan pemblokiran terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi

Apolonius welly, Rafles