Pengaktifan Stasiun KAI Kaliwungu Kurangi Kepadatan Arus Lalu Lintas
Kendal-Spektroom : Bupati Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung pengaktifan kembali Stasiun Kereta Api Kaliwungu.
Lebih lanjut pihaknya bersama OPD terkait telah melakukan pertemuan dengan pihak PT KAI Daerah Operasi IV Semarang. Dalam pertemuan itu terungkap rencana pengaktifan kembali Stasiun Kaliwungu ditargetkan di tahun 2027.
"Dari pihak Daops IV menyampaikan, rencana persiapan pengaktifan kembali Stasiun Kaliwungu sudah 90 persen," katanya, Kamis (28/5/2026).
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, rute kereta api yakni Kaliwungu Kendal - Semarang - Purwodadi atau Kedungsepur, Kendal - Semarang - Purwodadi.
Harapannya, pengaktifan Stasiun Kaliwungu akan meningkatkan perekonomian di Kaliwungu dan sekitarnya, termasuk di Kawasan Industri Kaliwungu (KIK).
"Tiketnya murah hanya sepuluh ribu rupiah," ujarnya.
Bupati Kendal berharap, pengaktifan Stasiun Kaliwungu bisa mengurangi kepadatan lalu lintas ke KIK. Pasalnya, banyak pekerja di KIK berasal dari berbagai wilayah, sehingga lalu lintas darat menjadi macet.
"Jika Stasiun Kaliwungu sudah diaktifkan kembali, maka ada pilihan transportasi bagi masyarakat, sehingga nanti bisa mengurangi lalu lintas darat," katanya.
Pengaktifan kembali Stasiun Kaliwungu akan berdampak pada peningkatan perekonomian di Kaliwungu dan sekitarnya. Pasalnya, akan perputaran keuangan yang ada di Kaliwungu otomatis akan meningkat.
"Termasuk peningkatan pemberdayaan UMKM yang ada di Kaliwungu dan sekitarnya," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengungkapkan, sektor transportasi kereta api memiliki potensi besar dalam mendorong pemerataan ekonomi. Ia meyakini, jika Stasiun KAI Kaliwungu diaktifkan kembali, maka akan terjadi peningkatan perputaran uang di masyarakat.
"Jika stasiun itu beroperasi, tentunya akan mendorong pertumbuhan serta perkembangan sektor UMKM di wilayah Kaliwungu," ujarnya.
Menurut Mahfud, pengoperasian kembali stasiun kereta api itu diyakini memberikan efek ganda bagi perekonomian masyarakat sekitar. Bahkan, bisa membantu mengurai penumpukan pengiriman barang yang selama ini terpusat di Semarang.
"Pemikiran ini menurut saya perlu dilakukan kajian bersama,” pungkasnya. (Fr)