Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Bulog Siap Laksanakan Penugasan Pemerintah
Yogyakarta–Spektroom: Anggota DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menegaskan bahwa DIY memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Meski wilayahnya relatif kecil, DIY menjadi simpul penting dalam distribusi dan pengendalian harga di tingkat lokal.
Dalam rangka pengawasan pangan, anggota Komisi II DPD RI tersebut meninjau langsung kesiapan pasokan bahan pokok di Perum Bulog DIY, khususnya terkait ketersediaan dan stok beras. Kunjungan dilakukan di Gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (5/5/2026).
“Kita ingin memastikan pasokan aman dan masyarakat tidak kesulitan mengakses bahan pokok. Dari penjelasan pihak Bulog, stok di DIY dalam kondisi aman, bahkan berlebih,” ujar Gus Hilmy.
Ia menyebut, melimpahnya stok merupakan hasil dari penyerapan gabah petani yang dilakukan secara masif. Program Tim Jemput Pangan yang dijalankan Bulog dinilai efektif karena langsung menyasar petani sebelum hasil panen diambil tengkulak.

“Ini salah satu faktor yang membuat stok surplus. Karena itu, kebutuhan gudang tambahan di DIY menjadi penting untuk segera dipenuhi,” katanya.
Selain itu, Gus Hilmy juga mengapresiasi pengelolaan gudang Bulog di DIY yang dinilai rapi, bersih, dan minim hama. Meski demikian, ia mendorong adanya modernisasi peralatan guna meningkatkan kualitas produksi beras.
“Pengelolaan sudah baik, namun perlu dukungan mesin yang lebih modern agar hasil beras semakin berkualitas,” tambahnya.
Ia juga menyoroti peran Bulog dalam menjaga cadangan beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5 juta ton. Di tingkat daerah, Bulog DIY aktif menyalurkan bahan pokok melalui berbagai program seperti Rumah Pangan Kita dan Gerakan Pangan Murah.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, memastikan kesiapan pihaknya dalam mendukung penugasan pemerintah. Menurutnya, kapasitas gudang saat ini mencukupi dan terisi optimal seiring tingginya penyerapan gabah petani.
Bulog Kanwil Yogyakarta didukung gudang induk dan filial dengan total kapasitas lebih dari 285 ribu ton. Target pengadaan tahun 2026 sebesar 196 ribu ton setara beras, dengan realisasi hingga kini mencapai sekitar 146 ribu ton.
“Progres ini menunjukkan kinerja yang sangat baik. Kami optimistis target pengadaan dapat tercapai,” ujar Dedi.
Ia menegaskan, Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga cadangan beras serta mendukung program pangan nasional.
Penyaluran bantuan pangan 2026 di DIY tercatat sekitar 9,8 juta kilogram, dengan realisasi 3,28 juta kilogram atau 33,39 persen.
Bulog juga terus menerapkan strategi jemput bola dalam menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sekaligus memperkuat jaringan distribusi langsung ke masyarakat.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal dan stok pangan tetap terjaga,” tutupnya. (Fatmawati).