Penguatan Kecerdasan Buatan Dalam E-Learning Untuk Menjaga Kedalutan Kognitif Manusia

Penguatan Kecerdasan Buatan Dalam E-Learning Untuk Menjaga Kedalutan Kognitif Manusia
Foto Capture YouTube IIB Dharma Jaya

Bandarlampung - Spektroom: Staff Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Achmad Saefullah, menghadiri Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, sebagai guru besar Ranting Ilmu/Kepakaran Artificial Intellegence dalam bidang E-Learning, Senin, (30/3/026), berlangsung di Aula Rektorat Lantai III Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Dharmajaya, Bandarlampung.

Pengukuhan tersebut berdasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Nomor : 1720-M-KPT.KP-2026, 1 Januari 2026, tentang Kenaikan Jabatan Akademik atau fungsional dosen.

Prof. M. Said Hasibuan dalam orasi ilmiahnya berjudul "Penguatan Kecerdasan Buatan Dalam E-Learning untuk Menjaga Kedalutan Kognitif Manusia", menyatakan, dalam perkembangan model pembelajaran, bisa melihat beberapa penelitian terkait model pembelajaran yang terdahulu, dimulai dari Teacher Center Learning, kemudian berubah menjadi Student Center Learning.

audio-thumbnail
Voice Hasibuan Orasi
0:00
/247.68

"Perkembangan teknologi ini kemudian menjadi sebuah cikal bakal untuk Computer Based Learning. Dan tahun 2021, maka lahirlah e-learning yang memungkinkan proses pembelajaran dengan teknologi yang infrastruktur yang memadai untuk digunakan semua perubahan tinggi" ujarnnya.

Salah satu fitur yang digunakan, lanjut dia, learning management system dengan multimedia interaktif dengan kemampuan sinkronus dan asinkronus.

Transformasi fondasi digital pendidikan tinggi ini sebagai pembelajaran jarak jauh memiliki kendala beberapa hal diantaranya tidak otomatis bahwa kualitas ini yang didesain serta-merta berdampak pada mahasiswanya.

Untuk itu, terus dia, beberapa gap penelitian yang kami temukan selama hampir 15 tahun ini reduksi kedalaman pembelajaran untuk dalam belajaran e-learning ini mempunyai beberapa problem-problem yang perlu dipecahkan.

"Problem tersebut diantaranya juga adalah sisi interaksi konektif efektif yang minim, kemudian tingginya ketergantungan pada materi yang instan, kesulitan dosen dalam memonitor, proses berpikir, dan bagaimana keaslian karya mahasiswa, serta terakhir kesenjangan kesiapan mental, kemandirian dalam belajar" Rinci Prof. Said Hasibuan

Sementara ditempat yang sama Membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, Staff Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Achmad Saefullah mengatakan Pengukuhan guru besar merupakan penegasan atas otoritas keilmuan, konsistensi intelektual serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengatuan.

"Hari ini kita menyaksikan pengukuhan Prof. Dr. Haji Muhammad Syahid Hasibuan sebagai guru besar dalam bidang Artificial Intelligence dengan fokus pada pengembangan E- Learning, bidang ini berada pada simpul strategis antara teknologi, pendidikan, dan masa depan peradaban" terang Gubernur Mirza.

Saat ini, lanjut Gubernur, kita hidup dalam era disrupsi teknologi yang ditandai oleh percepatan eksponensial. AI telah bergerak dari sekadar alat bantu komputasi menjadi sistem yang mampu melakukan prediksi, adaptasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

"Dalam konteks pendidikan, implikasinya sangat mendasar. Paradigma pembelajaran konvensional yang bersifat seragam, linier, dan statistik kini kita bergeser melalui model yang adaptif, personal, dan berbasis analitik" ujar Gubernur.

E- Learning berbasis AI memungkinkan diferensiasi pembelajaran secara presisi, menyesuaikan konten, ritme, dan metode kategoristik individu peserta didik. Hal Ini bukan sekedar teknologi, melainkan transformasi epistemologis dalam cara kita memahami proses belajar itu sendiri.

Dalam kerangka tersebut, kepakaran yang dikembangkan oleh Prof. Said Hasibuan memiliki signifikansi yang tinggi.

"Dia tidak hanya mengembangkan sistem, tetapi juga membangun kerangka berpikir baru tentang bagaimana teknologi dapat memperluas akses, meningkatkan kualitas, dan sekaligus menghadirkan keadilan dalam pendidikan" ujar Gubernur mengakhiri sambutannya. (@Ng).

Berita terkait