Penguatan MGMP dan KKG di Morotai: Guru Didorong Adaptif, Inovatif, dan Berkarakter

Penguatan MGMP dan KKG di Morotai: Guru Didorong Adaptif, Inovatif, dan Berkarakter
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf pada kegiatan penguatan MGMP dan KKG (Foto:Kemenag Morotai)

Morotai-Spektroom : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, S.Ag, M.Pd.I menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan kegiatan Program Penguatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan KKG (Kelompok Kerja Guru) yang digelar di Aula MTsN 1 Pulau Morotai, Rabu (6/5/2026).

Kakan Kemenag Pulau Morotai H. Abdurachman mengatakan, forum MGMP dan KKG tidak sekadar menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang kolaboratif untuk menjawab berbagai tantangan pembelajaran di kelas. “Guru adalah ujung tombak transformasi pendidikan. Forum ini harus menjadi wadah berbagi solusi, bukan sekadar kumpul-kumpul,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tuntutan adaptasi di era digital dan implementasi Kurikulum Merdeka. Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta meningkatkan literasi teknologi agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa.
“Pendekatan pembelajaran harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan berdampak,” ucapnya.

Selain aspek akademik, Abdurachman mengingatkan pentingnya penguatan karakter peserta didik. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga pembentukan sikap moderat dan akhlak mulia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Amar Manaf, MSi pada kesempatan itu menekankan bahwa kualitas guru menjadi faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan. Ia menilai, kompetensi, integritas, dan komitmen guru harus terus diperkuat melalui forum-forum profesional seperti MGMP dan KKG.
"Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas gurunya. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku Utara, Kabid Pendidikan Islam Kanwil Malut, Kasubag TU Kemenag Pulau Morotai, Kasi Pendidikan Islam Kemenag Morotai, para kepala madrasah se-Kabupaten Pulau Morotai, serta seluruh guru dan tenaga pendidik di lingkungan Kemenag Pulau Morotai.

Program penguatan MGMP dan KKG ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Berita terkait

Warga Binaan Lapas Ternate Perkuat Moral dan Akhlak Melalui Pengajian Rutin

Warga Binaan Lapas Ternate Perkuat Moral dan Akhlak Melalui Pengajian Rutin

Ternate-Spektroom : Kegiatan pembinaan kerohanian agama Islam terhadap para Warga Binaan Pemasyarakatan dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate melalui pengajian rutin bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Ternate, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini berlangsung secara rutin dan menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat nilai spiritual dan moral

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Gubernur Dorong Percepatan Program MBG dan Penguatan Pangan Lokal

Gubernur Dorong Percepatan Program MBG dan Penguatan Pangan Lokal

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Maluku. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bersama Komunitas di Provinsi Maluku” yang berlangsung di aula lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (7/

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sekdaprov Sumbar: Sumpah PNS adalah Komitmen Moral dan Spiritual, Bukan Sekadar Formalitas

Sekdaprov Sumbar: Sumpah PNS adalah Komitmen Moral dan Spiritual, Bukan Sekadar Formalitas

Padang-Spektroom : Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menegaskan sumpah dan janji yang diucapkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral dan spiritual dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik. “Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini bukan

Rafles