Penyandang Disabilitas Nurman dan Desy Datang Mengetuk Pintu Dunia Kerja

Penyandang Disabilitas Nurman dan Desy Datang Mengetuk Pintu Dunia Kerja
Penyandang disabilitas daksa asal Rawamangun datang bersama para pencari kerja lainnya dalam Jakarta Timur Inclusive Job Fair 2026. (Foto: IIS/Spektroom)

Jakarta–Spektroom : Ada harapan yang dibawa Nurman (40) dan Desy (39) ketika melangkahkan kaki ke Aula Gedung Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (2/9/2026).

Penyandang disabilitas daksa asal Rawamangun itu datang bersama para pencari kerja lainnya dalam Jakarta Timur Inclusive Job Fair 2026.

Mereka tidak mencari pekerjaan yang muluk-muluk. Yang diinginkan hanya satu, pekerjaan yang layak, sesuai kemampuan dan kondisi fisik mereka.

“Semoga bisa mendapatkan pekerjaan dengan kelayakan sesuai dengan kondisi fisik kami. Sebagai petugas bersih-bersih di kantor kami juga siap,” ujar Nurman.

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun di baliknya ada keinginan untuk tetap produktif, mandiri, dan memiliki penghasilan dari kemampuan sendiri.

Bagi Nurman dan Desy, keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti bekerja.
Mereka justru datang untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menjadi bagian dari dunia kerja.

Jakarta Timur Inclusive Job Fair 2026 mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Sebanyak 12 perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD ambil bagian dengan menyediakan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan.

Tidak hanya pekerjaan di dalam negeri, sejumlah perusahaan juga menawarkan peluang kerja ke luar negeri. Namun, perhatian khusus diberikan kepada pencari kerja penyandang disabilitas.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Jakarta Timur, Erind Chrisnina Prasetyo, mengatakan terdapat empat perusahaan yang menyediakan lowongan khusus penyandang disabilitas.

'Dari empat perusahaan tersebut, tersedia 84 posisi yang dapat diisi oleh penyandang disabilitas," sebutnya.

Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Timur, Sunjaya, mengatakan posisi yang ditawarkan cukup beragam.
Mulai dari tenaga administrasi, cleaning service, hingga pekerjaan di bidang teknologi informasi atau IT.

"Kehadiran lowongan khusus tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses penyandang disabilitas terhadap pekerjaan yang layak," katanya.

Sunjaya, menuturkan, dunia usaha juga memiliki kewajiban, memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas. BUMN dan BUMD diwajibkan mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit dua persen dari jumlah pekerjanya.

"Sementara perusahaan swasta diwajibkan paling sedikit satu persen," ujarnya.

Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menciptakan dunia kerja yang inklusif, tempat kemampuan seseorang tidak dinilai hanya dari kondisi fisiknya.

Namun, semakin terbukanya peluang kerja juga harus diiringi kewaspadaan.
Erind mengingatkan masyarakat yang tertarik bekerja ke luar negeri agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan, terlebih jika calon pekerja diminta menyerahkan sejumlah uang.

“Jika ada yang meminta-minta uang, maka bisa dilaporkan ke Sudin atau Dinas Nakertransgi maupun kantor Kementerian Tenaga Kerja,” tegasnya.

Ia berharap job fair tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Bursa kerja perlu digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses terhadap pekerjaan.

Begitu pula bagi Nurman dan Desy.
Hari itu mungkin mereka belum tahu akan bekerja di perusahaan mana. Tetapi langkah mereka menuju job fair telah menunjukkan keberanian untuk mengetuk pintu yang selama ini tidak selalu mudah terbuka.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti