Perguruan Tinggi Swasta Tetap Optimis Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru

Perguruan Tinggi Swasta Tetap Optimis Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
Flyer STIKES

Banjarmasin- Spektroom : Mencerdaskan Bangsa merupakan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bangsa Indonesia.

Hal itu juga dilakukan dengan maksimal oleh Jajaran Perguruan Tinggi Swasta, meski masih terkendala dengan banyaknya persoalan, khususnya terkait dengan sistem penerimaan Mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan banyak jalur penerimaan seperti jalur undangan, jalur tes dan jalur mandiri.

Bahkan jalur mandiri sempat dilakukan beberapa kali dan itu menjadi keluhan juga bagi PTS .

Untuk dapat bersinergi, saling melengkapi dan mendukung antara PTN dengan PTS dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa, menurut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Abdi Persada Banjarmasin Prof Dr drg Rosihan Adhani, perlu ada pengaturan sistem rekrutmen, ujian, bidang keilmuan leveling tingkat perguruan tinggi.

Pengaturan itu tambah Rosihan, menyangkut jadwal penerimaan mahasiswa baru, displin keilmuan, dan leveling seperti PTN hanya untuk S2 dan S3 riset. Sedangkan penerimaan mahasiswa S1 diberikan kepada PTS.

“Kami di STIKES Abdi Persada Banjarmasin akan membuka S1 untuk program studi (Prodi) Sarjana Gizi. Karena lapangan pekerjaan sebagai ahli gizi yang menjadi program prioritas pemerintah. Selain itu, kami juga akan membuka Prodi Teknik Informatika, karena perkembangan AI (Artifisial Intelegent) sangat marak dan kekhawatiran ancaman yang bisa ditimbulkannya,” ucap Rosihan, Minggu (9/8/2026).

Upaya STIKES Abdi Persada Banjarmasin tersebut sejalan dalam mengembangkan diri dan sekaligus menutup celah-celah yang belum dikerjakan oleh PTN.

Sementara Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) Dr Yanuar Bachtiar SE MSi menilai, perlunya regulasi dari pemerintah untuk pengaturan penerimaan mahasiswa baru.

Disamping itu, pihaknya juga melakukan kegiatan yang sedang trending saat ini, seperti melakukan siaran langsung melalui platform digital.

Selain itu, tetap melalui usaha kerja sama dengan alumni, yang menjadi contoh bagi keluarga dan tetangga alumni untuk kuliah di IBITEK. Karena mereka melihat langsung sukses alumni IBITEK tersebut. Jalur lain, melalui Bea Siswa yang berikan kepada Mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Retor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Humas Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel (UNUKASE) Murjani SP menegaskan, pihaknya tetap berani bersaing dengan kualitas kampusnya dan melakukan penerimaan mahasiswa baru dalam tiga gelombang.

Selain itu, untuk penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga membantu mendukung dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru dengan mendatangi sekolahnya.

“Penerima KIP Kuliah bersedia ikut promosi ke sekolah-sekolah asal dari penerima KIP Kuliah. Menceritakan tentang UNUKASE. Kami mewajibkan untuk penerima KIP Kuliah melakukan promosi tersebut,” jelas Murjani.

Dengan berbagai terobosan yang dilakukan pihak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam penerimaan mahasiswa baru, terlihat hingga saat ini kemampuan PTS-PTS tersebut dalam bertahan melakukan kegiatan pembelajaran mencerdaskan anak-anak bangsa.*****

Berita terkait

Ketua DP DHD BPK-45 Sumbar Dorong Gedung Joeang Jadi Cagar Budaya Nasional

Ketua DP DHD BPK-45 Sumbar Dorong Gedung Joeang Jadi Cagar Budaya Nasional

Padang-Spektroom : Gedung Joeang 45 Sumatera Barat (Sumbar) di Jalan Samudera, Kota Padang, didorong untuk dinaikkan statusnya dari cagar budaya tingkat kota menjadi Cagar Budaya Nasional. Peningkatan status tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga bangunan bersejarah sekaligus merawat memori kolektif bangsa tentang perjalanan perjuangan menuju kemerdekaan. Gedung-gedung cagar budaya,

Rafles