Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Kemenag Malut Dorong Kemerdekaan Akhlak

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Kemenag Malut Dorong Kemerdekaan Akhlak
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Siswa Madrasah Pondok Pesantren Alkhairaat Ternate (Foto:Kemenag Malut)

Ternate-Spektroom : Setiap 12 Rabiul Awwal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, manusia agung yang diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Kehadiran Rasulullah membawa misi besar untuk menyempurnakan akhlak manusia dan membangun kehidupan yang berlandaskan kasih sayang, keadilan, keteladanan, serta kemuliaan budi pekerti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun ini yang jatuh pada 25 Agustus 2026 memiliki makna yang semakin kuat karena bertepatan dengan momentum peringatan ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau dahulu para pejuang bangsa berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan secara fisik, maka tugas kita hari ini adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Bukan hanya merdeka secara fisik, tetapi juga harus merdeka secara akhlak,” ujar H. Amar.

“Mari kita sempurnakan kemerdekaan bangsa ini dengan kemerdekaan akhlak, yaitu bebas dari kebodohan, kemiskinan dan kerusakan moral,” tegasnya. H. Amar Manaf menambahkan, ikhtiar membangun akhlak masyarakat sejalan dengan berbagai program Kementerian Agama yang menempatkan penguatan nilai agama, pendidikan karakter, moderasi beragama, dan pembinaan kehidupan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Di lingkungan pendidikan, Kementerian Agama terus mendorong madrasah dan satuan pendidikan keagamaan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kecintaan terhadap agama dan bangsa. Pendidikan agama diarahkan agar nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Penguatan akhlak juga dilakukan melalui pembinaan umat di tengah masyarakat. Para penyuluh agama, penghulu, madrasah, KUA, tokoh agama, majelis taklim, serta berbagai lembaga keagamaan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan masyarakat agar nilai-nilai agama hadir sebagai pedoman dalam kehidupan sosial.

Kementerian Agama juga terus mendorong penguatan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang rukun, toleran dan mampu hidup berdampingan di tengah kemajemukan. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari akhlak Rasulullah saw. yang mengajarkan penghormatan, kasih sayang, keadilan dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Menurut H. Amar, tantangan generasi saat ini tidak lagi hanya berupa penjajahan dalam bentuk fisik. Perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan, intoleransi, hingga berbagai konten yang dapat merusak karakter generasi muda.

Penggunaan teknologi dan media sosial., kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab, sementara kemajuan teknologi harus diarahkan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Akhlak harus menjadi fondasi dalam setiap kemajuan.  Ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Maluku Utara menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghadirkan keteladanan dalam menjalankan tugas.

Berita terkait

Dirut LPP RRI: Transformasi Digital Harus Dibarengi Penguatan Konten dan SDM

Dirut LPP RRI: Transformasi Digital Harus Dibarengi Penguatan Konten dan SDM

Jakarta-Spektroom : Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Hendrasmo menegaskan pentingnya transformasi digital, penguatan konten, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan industri media. Hal itu disampaikan Hendrasmo saat memberikan sambutan dalam acara Temu Kangen Pensiunan RRI di Auditorium Jusuf Ronodipuro, lantai 2 Gedung

Irvan Idris Saleh, Rafles
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mendukung Penerapan Single Identity Number

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mendukung Penerapan Single Identity Number

Semarang-Spektroom : Penerapan sistem Single Identity Number diharapkan membuat masyarakat tidak perlu berulang kali menyerahkan fotokopi KTP, ketika mengakses berbagai layanan publik. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh penguatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Single Identity Number atau identitas tunggal.  Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat

Sigit Budi Riyanto, Rafles