Perjalanan Olifia Yang Sukses Berkarir di Tanah Suci

Perjalanan Olifia Yang Sukses Berkarir di Tanah Suci

SPEKTROOM.ID - Bekerja di luar negeri seringkali menjadi impian banyak mahasiswa untuk mengembangkan karier, memperluas wawasan, dan meraih kemandirian finansial. Dilansir dari laman resmi https://unej.ac.id disebutkan, Tantangan yang ada sepadan dengan pengalaman berharga dan kesempatan untuk menjelajahi budaya baru.

Salah satunya ialah Ns. Olifia Nafa Jelita, S.Kep., yang kini berkarya sebagai perawat ICU di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, Arab Saudi. Olifia membagikan pengalamannya pada Webinar tahunan FKEP yang bertajuk “AGROPENA 2025: Voice Your Ambitions: Turning Ideas into Work Opportunities Abroad for Future Nurses with AGROPENA 2025” 

Olifia Nafa Jelita, alumni Universitas Jember angkatan 2017, memulai perjalanan kariernya di RS Al-Huda, Banyuwangi, pada Juli hingga September 2023. Setelah meraih kelulusan profesi Ners pada Mei 2023, ia memutuskan untuk mencari tantangan baru di tingkat global. Keberaniannya membuahkan hasil, dan sejak tahun 2023, Olifia telah berdedikasi sebagai perawat di rumah sakit terkemuka di Makkah.

Olivia Nafa Jelita bersama ICU Team. (dr, Nurses, RT) King Abdul Aziz Hospital Saudi Arabia.

Dalam paparannya, Olifia menjelaskan langkah-langkah yang harus dilalui untuk dapat bekerja di Arab Saudi, mulai dari pendaftaran BSTC, pengurusan dokumen (termasuk Jakarta), tes, hingga wawancara.

“Tes yang perlu disiapkan antara lain basic english, tes tulis yang meliputi 100 soal dasar keperawatan, dan juga Prometric Saudi Council. Tes-tes ini overall cukup mudah ditempuh oleh kita. Proses keberangkatan dan pengurusan dokumen visa serta terjemahan dokumen memakan waktu sekitar 1 bulan, dengan fasilitas tempat tinggal gratis yang disediakan di Jakarta.” papar Olifia.

Olifia menyoroti berbagai keuntungan bekerja Arab Saudi. Olifia menyampaikan beberapa di antaranya meliputi pengalaman kerja internasional, peningkatan keterampilan dan mental, kesempatan melaksanakan ibadah Umrah dan Haji, akomodasi dan transportasi yang disediakan, serta gaji pokok yang kompetitif (sekitar 4000 SAR).

Olifia bersama staf ICU King Abdul Aziz Hospital 

"Teamwork di sini sangat kuat. Walaupun orang-orang dari mancanegara, tetapi tidak sungkan dan tidak malu untuk terus bertanya dan berbagi banyak ilmu. Di sana, kami bisa melakukan learning by doing di ICU, termasuk bagi fresh graduate,” ungkapnya.

Lokasi tempat tinggalnya yang hanya 15 menit dari Masjidil Haram memungkinkan Olifia untuk rutin melakukan umrah saat hari libur. Akomodasi dan transportasi juga sepenuhnya gratis, diantar oleh bus rumah sakit. Selain itu, suplai bulanan seperti susu, telur, dan buah-buahan juga diberikan secara cuma-cuma.

“Gambaran keseharian saya hanyalah home-work-Al Haram. Sesekali memang homesick, namun mudah terobati dengan healing ke Masjidil Haram yang dapat ditempuh hanya 15 menit,” tambahnya.

Olifia juga memberikan tips berharga tentang bagaimana beradaptasi di lingkungan baru, yaitu dengan menjadi pribadi yang rendah hati dan ramah, suka menolong, percaya diri, menghormati keragaman, dan menghormati budaya setempat. Ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk selalu bertekad dengan tujuan dan alasan mengambil kesempatan, tidak bergantung pada orang lain, tidak membuang uang dan waktu secara tidak perlu, serta selalu menjaga diri, pergaulan, dan lingkungan.

“Hidup adalah pilihan. Segalanya bergantung pada diri kita sendiri. Tuhan akan membimbingmu ketika kamu siap mengambil konsekuensi. Yang terpenting juga adalah doa restu orang tua dan keluarga,” papar Olifia.

Kesuksesan Olifia ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh mahasiswa, khususnya calon tenaga kesehatan, untuk berani melangkah lebih jauh, tidak ragu meraih impian global, serta senantiasa membawa nama baik almamater dan bangsa di mana pun mereka berkarya. (budi s)

Berita terkait

Bidik Ekosistem Kejahatan Digital, Pemerintah Berantas Judol Sampai Keakarnya

Bidik Ekosistem Kejahatan Digital, Pemerintah Berantas Judol Sampai Keakarnya

Jakarta-Spektroom : Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi berfokus pada pemblokiran situs semata, tetapi membidik seluruh ekosistem kejahatan digital yang menopang operasinya. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online kini memasuki pendekatan baru yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan, mulai dari situs, aliran dana, hingga jaringan

Diah Utami, Rafles
Tiga Hari Jelang Groundbreaking Blok Masela, Pangdam Pattimura Perintahkan Percepatan Helipad Lermatang

Tiga Hari Jelang Groundbreaking Blok Masela, Pangdam Pattimura Perintahkan Percepatan Helipad Lermatang

Ambon-Spektroom:Menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Blok Masela yang diperkirakan tinggal tiga hari lagi, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han. memerintahkan percepatan pembangunan landasan helikopter (helipad) di Desa Lermatang, Selasa (14/7/2026). Percepatan pembangunan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut kunjungan

Eva Moenandar, Buang Supeno
Puluhan Karya Literasi Kalteng Diurus Hak Cipta, Perkuat Perlindungan Warisan Intelektual

Puluhan Karya Literasi Kalteng Diurus Hak Cipta, Perkuat Perlindungan Warisan Intelektual

Palangka Raya-Spektroom: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengurus pencatatan hak cipta puluhan karya literasi daerah sebagai upaya memberikan perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya. Langkah tersebut dilakukan melalui konsultasi dan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Selasa (14/7/2026). Karya yang diajukan untuk

Polin, Buang Supeno
Andi Tatang Supriyadi — Membangun Kepastian Hukum di Tengah Kompleksitas Bisnis Properti Indonesia

Andi Tatang Supriyadi — Membangun Kepastian Hukum di Tengah Kompleksitas Bisnis Properti Indonesia

Depok- Spektroom: Di balik pertumbuhan pesat industri properti nasional yang terus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi, tersimpan persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian, yakni lemahnya pemahaman terhadap aspek hukum kontrak. Tidak sedikit transaksi jual beli rumah, apartemen, ruko, maupun kawasan komersial berujung sengketa karena perjanjian yang disusun tanpa

Wismo Basuki, Buang Supeno
ссс