Perjuangan Bersama Melawan Karhutla di Ketapang
Ketapang - Spektroom : Matahari siang itu tampak redup. Buikan karena mendung, melainkan lapisan asap yang perlahan menggantung di langit Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
Di hamparan lahan yang menghitam akibat terbakar, suara mesin pompa air dan langkah para petugas menjadi penanda perlawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum usai.

Di tengah kepulan asap yang masih tersisa, Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung ke lokasi kebakaran di kawasan Jalan Sei Awan–Tanjung Pura, Kamis (27/08/2026).
Mengenakan perlengkapan lapangan sederhana, ia menyusuri area yang sebelumnya dilalap api bersama aparat kepolisian, TNI, perusahaan, serta tim pemadam lainnya. Pemandangan di lapangan menunjukkan 1 hal yang sama: karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh 1 pihak saja.
Sejumlah personel gabungan tampak berjibaku memastikan bara api tidak kembali menyala. Sebagian mengoperasikan selang pemadam, sementara lainnya menyisir titik-titik rawan yang berpotensi memunculkan api baru.
Di bawah terik dan udara yang pekat, mereka bekerja tanpa banyak bicara, fokus menjaga agar kebakaran tidak meluas ke area lain.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan sinergi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana tahunan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat menjadi kekuatan besar untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Semakin cepat titik api diketahui dan dilaporkan, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.
Bupati juga meninjau Posko Karhutla PT MPK untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan dalam operasi pemadaman. Ketersediaan peralatan, sumber air, hingga kondisi personel menjadi perhatian penting mengingat medan yang tidak mudah dan cuaca kering yang masih berlangsung.
Tak hanya memberikan dukungan moral, pemerintah daerah turut membawa bantuan logistik berupa air mineral, susu Bear Brand, dan minuman vitamin C1000 bagi petugas di lapangan. Bantuan sederhana menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras para personel yang berhari-hari berada di garis depan.
Di balik angka luas lahan yang terbakar dan laporan titik panas yang terus dipantau, terdapat kisah tentang kebersamaan. Ada petugas yang meninggalkan keluarga demi berjaga sepanjang hari, ada relawan yang ikut membantu distribusi logistik, dan ada warga yang aktif melaporkan kemunculan asap agar api dapat segera ditangani.
Karhutla mungkin datang setiap musim kemarau. Namun di Ketapang, perlawanan terhadapnya selalu menghadirkan cerita tentang gotong royong.
Ketika asap menyelimuti langit, berbagai pihak memilih berdiri di garis yang sama: menjaga hutan, melindungi lingkungan, dan memastikan masyarakat tetap dapat bernapas dengan aman.