Perkembangan Teknologi Era Revolusi Industri 4.0 Tantangan Serius Bagi Pendidikan Khususnya Agama Islam

Perkembangan Teknologi Era  Revolusi Industri 4.0 Tantangan Serius Bagi Pendidikan Khususnya Agama Islam
Promovendus saat menerima tanda kelulusan doktor dari Rektor Universitas Islam Jakarta UIJ (foto spektroom/Asmari )

Spektroom - Meneguhkan eksistensi manusia sebagai Khalifah pada era revolusi industri 4.0 dalam prespektif pendidikan. Disertasi tersebut menghasilkan tantangan serius bagi pendidikan Islam, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI ) dalam membentuk karakter, indentitas dan kesadaran moral peserta didik.

" Praktek PAI masih cenderung berorientasi kognitif, dan normatif sehingga belum sepenuhnya mampu merespon krisis moral , spiritual dan indentitas digital Hal ini ditandai oleh fragmentasi identitas melemahnya empati, dominasi algoritma serta rendahnya literasi dan digital " Jelas promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas saat uji materi untuk gelar Dokter di UIJ, Kamis ( 5/2/2026)

Dikatakan penelitian yang dilakukan secara teoritis, merumuskan konfigurasi konsep Khalifah dalam perspektif pendidikan sebagai landasan filosofis pendidikan Agama Islam di era revolusi industri 4.0 serta mengembangkan kerangka teoritis pendidikan berbasis nilai Khalifah.

Promovendus saat berpose bersama tim penguji sidang promosi doktor PAI UIJ (Spektroom/ Asmari)

" Hasil penelitian menunjukkan konsep khilafah perlu direkonstruksi sebagai orientasi konseptual dan praksis yang integratif berlandaskan nilai Islam maqasid ak-syari'ah serta adaptif terhadap pengembangan teknologi ". Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika fenomenologi Paul Ricoeur " Ujar Ahmad Zulfi

Promovendus, disertasi sangat filosofis tentunya punya nilai tersendiri, kalau kita lihat disertasi mengandung makna yang dalam yang berkaitan dengan Khafilatulla artinya manusia bagaimana , dari era saat yang mungkin perlu kolaborasi sehingga pemahaman pemahaman Khafilatulla manusia di muka bumi ini benar benar bisa di maknai dan di mengerti, dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya " Ungkap Rektor UIJ Prof. Raihan.

" Disertasi bisa terima dalam sebuah versi - versi dari mulai bawah sampai atas dimaknai bisa memberikan manfaat sangat baik, pemahaman kita, apa tugas kita, hak dan kewajiban kita, apa tanggung jawab kita terhadap muka bumi ini, tentunya untuk menjadikan kebaikan kebaikan seluruh alam, tidak boleh merusak dan lain sebagainya " Harapan Prof. Raihan.

Tim penguji sidang promosi doktor PAI Universitas Islam Jakarta yang berlangsung di aula Masjid Bab Al Rosyidi,terdiri dari 7 orang satu diantaranya penguji eksternal Prof. Rusmin Tumanggor, guru besar UIN Jakarta telah memutuskan Ahmad Zulfi Aali Dawwas dinyatakan lulus sangat baik dan berhak menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, yang ke 80.

Berita terkait

Tak gunakan helm dan TNKB, Pengendara Motor  Hanya Ditegur Petugas Pada Operasi Keselamatan 2026

Tak gunakan helm dan TNKB, Pengendara Motor Hanya Ditegur Petugas Pada Operasi Keselamatan 2026

Spektroom– Seorang pengendara sepeda motor trail mendapat teguran dari petugas Satlantas Polres Parepare saat pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026. Pengendara tersebut dihentikan karena kedapatan tidak menggunakan helm pelindung kepala serta kendaraan yang dikendarainya tidak dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Kamis (5/2/2026) pagi. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.

Yahya Patta