Perkuat Kemandirian Pangan, UNEJ Luncurkan Mata Kuliah Wajib Pertanian Industrial Berkelanjutan

Saat ini 84 persen petani kita ada di usia 45 tahun ke atas, jika tidak ada regenerasi maka sektor pertanian tidak akan berkembang.

Perkuat Kemandirian Pangan, UNEJ Luncurkan Mata Kuliah Wajib Pertanian Industrial Berkelanjutan
Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Widiastuti, dan Rektor UNEJ, Iwan Taruna menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Silvi Charlote Sumanti dengan Kepala LPMPP, Prof. Ermanto Fahamsyah (22/12/2025). (foto: humas unej)

Spektroom - Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan mendukung rencana Universitas Jember (UNEJ) meluncurkan Mata Kuliah Wajib baru, yakni mata kuliah Pertanian Industrial Berkelanjutan (PIB). Dukungan ini disampaikan langsung oleh Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Widiastuti, saat menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Rektor UNEJ di kampus (22/12/2025).

Jalinan kesepahaman dilanjutkan dengan kerja sama antara UNEJ dengan Kemenko Pangan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian.

Menurut Widiastuti, Kemenko Pangan bertugas mewujudkan Asta Cita Presiden RI khususnya kemandirian pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Target ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai penghasil Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penggerak bidang pangan, termasuk SDM pertanian. Oleh karena itu, setiap usaha menyiapkan SDM pertanian akan didukung mengingat sebagai sektor penting di bidang pangan.

Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Widiastuti, dan Rektor UNEJ, Iwan Taruna menunjukkan naskah kesepahaman (MoU) di kampus Universitas Jember (22/12/2025). (foto: humas unej) (22/12/2025)

“Menurut data, saat ini delapan puluh empat persen petani kita ada di usia empat puluh lima tahun ke atas, jika tidak ada regenerasi maka sektor pertanian tidak akan berkembang. Maka mata kuliah wajib Pertanian Industrial Berkelanjutan di UNEJ dapat menjadi pendorong Gen Z untuk menekuni bidang pertanian,” dukung Widiastuti.

Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian juga berharap jalinan kerja sama dengan UNEJ menghasilkan solusi atas beragam permasalahan pertanian. Diantaranya kebutuhan mitigasi risiko adanya perubahan iklim, termasuk menggerakkan potensi ekonomi desa.

Kesiapan peluncuran mata kuliah wajib PIB disampaikan oleh Kepala LPMPP, Prof. Ermanto Fahamsyah saat sesi diskusi. Menurutnya, saat ini LPMPP terus mematangkan peluncuran mata kuliah wajib PIB yang direncanakan pada semester gasal tahun akademik 2026/2027. Diantaranya dengan terus melakukan pengayaan materi hingga finalisasi buku ajar PIB. Oleh karena itu dirinya berharap kerja sama kali ini akan mematangkan mata kuliah wajib PIB.

“Kami berharap Kemenko Pangan memberikan masukan bahkan praktisinya dapat mengajar di mata kuliah wajib Pertanian Industrial Berkelanjutan,” ungkap Prof. Ermanto.

Dekan Fakultas Pertanian, Prof. M. Rondhi menyampaikan masukan. (foto: humas unej)

Sebelumnya dalam sambutannya, Rektor UNEJ menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Kemenko Pangan. Pasalnya bidang pertanian sudah menjadi visi UNEJ. Oleh karena itu dirinya berharap penandatanganan kerja sama ini segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata mengingat banyak hal yang bisa digarap.

“Sebab urusan pangan bukan semata soal produksi dan konsumsi belaka, tetapi menyangkut kedaulatan, ketahanan, dan keberlanjutan sebuah bangsa. Setangguh apa pun sebuah negara, tanpa jaminan pangan yang kuat maka negara tersebut akan rapuh,” ujar Iwan Taruna.

Dalam sesi diskusi yang diikuti para wakil rektor, pimpinan dan perwakilan LP2M, LPMPP, Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian ini terungkap beberapa rintisan kerja sama, diantarnya pengembangan kopi, riset kedelai hingga perlunya keberpihakan pemerintah terhdapa bidang pertanian melalui perlindungan lahan, dan tema lainnya. (Yul/iim/qf)

Berita terkait