Perkuat Pelayanan Umat di Era Digital, Biro Kesra Kalteng Bina Lembaga Keagamaan
Palangka Raya-Spektroom : Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) terus memperkuat peran lembaga keagamaan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, lembaga keagamaan didorong tidak hanya menjaga nilai-nilai spiritual, tetapi juga adaptif terhadap tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Kelembagaan Bina Spiritual Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Rabu (29/7/2026).
Kepala Biro Kesra Setda Kalimantan Tengah, Rus'ansyah, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas lembaga keagamaan agar semakin baik dalam mengelola berbagai program pembinaan umat.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita memberikan penguatan kepada lembaga keagamaan di Provinsi Kalimantan Tengah untuk bisa mengelola berbagai kegiatan keagamaan dengan baik. Tidak lepas juga dari akuntabilitas yang diutamakan dalam pengelolaan lembaga tersebut, serta manfaatnya yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Menurut Rus'ansyah, lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, penguatan kelembagaan menjadi langkah penting agar setiap program dapat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Ia berharap pembinaan tersebut juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur falsafah Huma Betang dalam kehidupan bermasyarakat.
"Tentu harapannya dari lembaga keagamaan yang kita bina ini akan terwujud betul falsafah Huma Betang, bagaimana hidup berdampingan, Belum Bahadat (hidup beradat), dan juga bisa mewujudkan Kalteng Berkah yang maju dan sejahtera," katanya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan Dr. Joko Santosa, S.Ag., M.M. sebagai narasumber. Berbekal pengalaman panjang di dunia organisasi, ia mengajak para pengurus lembaga keagamaan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi utama pelayanan kepada umat.
Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar tata kelola organisasi semakin efektif, transparan, dan mudah menjangkau masyarakat.
"Hari ini kita berbagi kepada rekan-rekan pengurus lembaga karena kita melihat sekarang eranya sudah berubah dari konvensional menjadi era digital. Jadi bagaimana nanti para pengurus lembaga ini juga harus mengikuti arus ini," ungkapnya.
Ia menambahkan, perubahan tersebut harus dipahami sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat akuntabilitas lembaga keagamaan.
"Perbedaan dan perpindahan ini yang harus kita pahami, karena pada dasarnya lembaga keagamaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bagaimana membuat masyarakat atau umat itu menjadi lebih maju, mengenal, melihat, dan secara akuntabilitas itu dikelola secara transparan," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap lembaga-lembaga keagamaan semakin adaptif menghadapi tantangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual, kerukunan, dan semangat Huma Betang sebagai fondasi membangun masyarakat Kalimantan Tengah yang berkah, maju, dan sejahtera. (Polin-Ctr)