Perpukadesi Tidak Boleh Terlibat Pada Politik Praktis & Intervensi Terhadap Kebijakan Pemerintah

Perpukadesi Tidak Boleh Terlibat Pada Politik Praktis & Intervensi Terhadap Kebijakan Pemerintah
Deklarasi & Pengukuhan Perpukadesi ( Foto Capture YouTube Perpukadesi Official).

Jakarta Selatan - Spektroom: Kepala Badan Penghubung Provinsi Lampung, Yos Sailendra, menghadiri pengukuhan dewan pengurus Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) periode 2026-2031, bertempat di Auditorium Lantai 2 Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Senin, (4/5/2026).

Usai pengukuhan Ketua Umum Perpukadesi, Bibit Waluyo, dalam sambutannya menjelaskan Perpukadesi merupakan sebuah lembaga yang baru berusia satu tahun. Namun perkumpulan ini sudah memiliki anggota lebih dari 3.000 purna kepala daerah yang tak lain mantan gubernur, bupati, hingga walikota.

"Kami memiliki komitmen untuk berperan dan memberi solusi untuk pembangunan nasional" ujarnnya menjelaskan.

Bibit Waluyo lalu mengkritik terhadap fenomena pemimpin daerah yang terjerat masalah hukum.

Mantan Panglima Kostrad ini memperingatkan para kepala daerah untuk menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan wewenang.

Gubernur Jawa Tengah 2008 - 2013 ini menegaskan pihaknya akan mengawal moralitas organisasi purnabakti yang dipimpinnya dengan tindakan tegas.

Bibit mengaku prihatin melihat rentetan masalah yang menimpa beberapa kabupaten di Jawa Tengah baru-baru ini.

Dirinya juga menyebut kondisi di Pati, Pekalongan, hingga Cilacap sebagai refleksi kepemimpinan yang perlu dievaluasi.

"Hari ini Kabupaten Pati ada masalah, udah kita dengar kok kaya ngono, ya wislah. Nggak lama lagi Kabupaten Pekalongan ada masalah. Pati belum selesai Pekalongan ada masalah, muncul lagi di Cilacap ada masalah. Itu pemimpin apa pemimpin kaya begitu?" ujarnya.

Sementara ditempat yang sama Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian menyatakan, Perpukadesi diharapkan bisa memberikan masukan atau kritik membangun untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah

"Kami harapkan Perpukadesi akan memberikan masukan, memberikan kritik yang bersifat membangun, baik untuk pemerintah pusat maupun juga untuk pemerintah daerah" ujar Mendagri

audio-thumbnail
Voice MTito Perpukadesi
0:00
/241.34

Kepada Perpukadesi, Tito Karnavian juga juga berpesan untuk selalu mentaati rambu-rambu Three don'ts ( Tiga Jangan) yang pertama adalah, don't involve in real politicking, jangan terlibat pada politik praktis.

Kemudian tidak mengintervensi kewenangan pemerintah yang sedang berjalan, baik pusat maupun daerah, apalagi terkesan menggurui.

"Dan kalau ada kritik, semua pasti akan terbuka. Pusat maupun daerah akan terbuka terhadap kritik, sepanjang kritiknya membangun. Dan itu pasti akan dihormati. Demikian juga dengan menjaga pada posisi netral, tidak politik praktis." kata Mendagri.

Tito menambahkan, jangan yang ketiga adalah, jangan sampai ada kepentingan personal, apalagi kemudian ikut dalam proyek atas nama organisasi.

"Nah ini akan menjadi problem yang membuat visi-misi Perpukadesi akan menjadi layu sebelum berkembang ketika sudah masuk dalam politik praktis. Kemudian mengintervensi dan terkesan menggurui dan hanya bisa mengkritik tapi tidak memberikan solusi" terang dia lagi.

Diakhir sambutannya Mendagri Tito Karnavian mewanti-wanti jangan sampai Perpukadesi terlibat dalam tender proyek dan anggaran pemerintah, itu sangat tidak terhormat, karena Perpukadesi adalah mantan kepala daerah yang selama menjabat harus bebas KKN.

"Oleh karena itu saya mohon dengan segala hormat, sebagai junior dan dalam kapasitas sebagai Mendagri, organisasi ini perlu untuk menjaga marwah itu, dan saling mengingatkan satu sama lain" pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Gubernur Kepri: Pemerintah Berkomitmen Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu untuk Semua

Gubernur Kepri: Pemerintah Berkomitmen Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu untuk Semua

Tanjungpinang-Spektroom : Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahung 2026 tingkat Propinsi Kepulauan Riaub(Kepri) dilangsungkan di Lapangan SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Senin (4/5/2026). Bertindak selaku Pembina upacara pada kesempatan itu Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad diikuti seluruh Pelajar, Guru dan seluruh perangkat daerah di Lingkungan Propinsi Kepulauan Riau. Seluruh

Desmawati, Rafles