Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 1425/ Jeneponto Gelar Pelatihan BHD Ketepatan Bertindak Jadi Kunci Pertolongan

Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 1425/ Jeneponto Gelar Pelatihan BHD Ketepatan Bertindak Jadi Kunci Pertolongan
Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 1425/ Jeneponto gelar pelatihan BHD (Foto :Pendim 1425/ Jeneponto).

Jeneponto - Spektroom : Keterampilan menyelamatkan nyawa tidak selalu membutuhkan peralatan medis yang lengkap. Dalam kondisi darurat, pengetahuan dan keberanian untuk memberikan pertolongan pertama secara tepat justru dapat menjadi penentu sebelum bantuan tenaga medis tiba.

Pemahaman inilah yang menjadi perhatian Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIII Dim 1425 Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Vyati Makodim 1425/Jeneponto tersebut menghadirkan Dokter Umum Dinkes PSC 119 Kabupaten Jeneponto, Dr. Nur Asyifa, sebagai narasumber.

Pelatihan BHD bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi kegawat daruratan, khususnya ketika seseorang mengalami henti napas maupun henti jantung.

Peserta tidak hanya menerima pemahaman secara teori, tetapi juga diarahkan mengenali kondisi korban, mengambil langkah pertolongan secara cepat dan benar, hingga memahami pentingnya menghubungi layanan kegawatdaruratan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Ketua Persit KCK Cabang XXXIII Ny. Devy Muthalib Tallasa mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepedulian dan kesiap siagaan anggota Persit terhadap berbagai situasi yang dapat terjadi kapan saja.

Menurutnya, kemampuan dasar memberikan pertolongan bukan hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga dapat diterapkan ketika berada di lingkungan masyarakat.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan terus diingat dan dipahami sehingga anggota Persit memiliki kesiapan ketika berhadapan dengan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta memiliki keberanian dan kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara tepat. Setidaknya, kita dapat melakukan tindakan awal yang benar sambil menunggu tenaga medis datang, karena dalam kondisi kegawat daruratan, beberapa menit sangat berarti bagi keselamatan seseorang,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Nur Asyifa menjelaskan bahwa Bantuan Hidup Dasar merupakan serangkaian tindakan pertolongan awal yang dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi yang mengancam nyawa, terutama henti jantung dan henti napas.

Tindakan harus dilakukan secara cepat, terukur dan sesuai prosedur agar peluang korban untuk bertahan hidup dapat ditingkatkan.

Ia menerangkan, peserta perlu memahami langkah dasar mulai dari memastikan kondisi sekitar aman, memeriksa respons korban, meminta bantuan, memastikan jalan napas dan pernapasan, hingga melakukan resusitasi jantung paru atau RJP apabila diperlukan.

Setiap tahapan memiliki tujuan dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena ketepatan tindakan sangat menentukan efektivitas pertolongan.

Dr. Nur Asyifa juga mendorong peserta agar tidak ragu memberikan pertolongan ketika menemukan kondisi kegawatdaruratan, sepanjang telah memastikan keselamatan diri dan lingkungan.

Berita terkait