Perwakilan BKKBN Malut Bersama Mitra Gelar Forum Koordinasi Perkuat Tata Kelola Alokon di Kota Tidore Kepulauan
Tidore-Spektroom : Sebagai tindak lanjut SKB 4 Menteri dan respons atas temuan BPK, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) melalui Forum Penguatan Sistem Tata Kelola Alokon di Kota Tidore Kepulauan, Kamis (22/10/2026).
Forum tersebut melibatkan Balai POM Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Dinas Kesehatan dan Pemkot Tidore, serta pengelola program dan gudang Alokon.
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Ansar Djainahu, menegaskan tata kelola yang akuntabel, transparan, dan tertelusur adalah kunci pelayanan KB yang berkualitas dan berkelanjutan. Forum ini digelar untuk menjawab temuan BPK terkait Alokon kedaluwarsa, distribusi tidak merata, pencatatan belum tertib, dan disparitas data stok di aplikasi SIRIKA.
“Kita harus satu persepsi dan satu data untuk memastikan tidak ada kekosongan Alokon di lapangan,” tegasnya.
Ketua Tim Kerja KBKR BKKBN Malut, Wahyudi, mengungkapkan bahwa pengelolaan Alokon harus dilaksanakan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan setiap tahapan rantai pasok, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga pencatatan dan pelaporan.
Menurutnya, perencanaan kebutuhan harus didasarkan pada data yang akurat dan relevan, termasuk kebutuhan pelayanan, tingkat pemakaian, ketersediaan stok, serta pola distribusi.
Komitmen mutu juga datang dari yang mewakili Balai POM Provinsi Maluku Utara, Tias Puspita Sari, S.Farm., Apt. menekankan pentingnya pemahaman petugas mengenai persyaratan penyimpanan, penandaan, pemantauan masa kedaluwarsa, dan ketertelusuran produk. Penerapan prinsip tersebut diperlukan untuk mempertahankan mutu dan keamanan produk selama proses penyimpanan dan distribusi.
Kadis P2KBP3A Kota Tikep, Hasby Konoras, menegaskan Pemkot Tidore Kepulauan berkomitmen memperkuat tata kelola Alokon, mulai dari perencanaan hingga distribusi, guna menjamin ketersediaan kontrasepsi yang aman, berkualitas, dan tepat sasaran, serta meningkatkan akses pelayanan KB untuk mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga.
Sementara Dinkes Kota Tikep melalui Kabid sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Tikep Hafsa T. Emmy.,S.Farm.,Apt menegaskan tujuan akhir kolaborasi ini adalah memastikan Alokon yang memadai, aman, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Kota Tidore.
Sebagai tindak lanjut, forum dilanjutkan dengan monitoring dan supervisi bersama ke Gudang Alokon Kota Tidore Kepulauan untuk mengecek kelayakan sarana, penataan stok, dan sistem pencatatan.