Peternak Ayam Di Jayapura Berharap Ada Kesempatan Pasok Telur untuk Program MBG

Peternak Ayam Di Jayapura Berharap Ada Kesempatan Pasok Telur untuk Program MBG
Produksi telur ayam hasil panen peternak ayam petelur di Jayapura. (foto: Tony Teniwut)

Jayapura-Spektroom : Para peternak ayam di Kota Jayapura, terutama peternak ayam petelur, berharap dilibatkan sebagai penyedia bahan telur untuk dapur Makanan Bergisi Gratis (MBG).

Dengan demikian, akan dapat terserap hasil panen telur secara stabil dan langsung dari peternak lokal dengan harga yang wajar di atas biaya produksi, sehingga mereka tidak merugi saat libur sekolah dan harga pakan mahal.

Lumianto Sirait, salah seorang peternak ayam petelur yang berdomisili di Kabupaten Keerom, menyampaikan harapan tersebut, sembari berharap pemerintah membuka kesempatan bagi peternak lokal, agar dapat memasok kebutuhan telur untuk mendukung kelancaran program MBG.

Meski bertempat tinggal dan menggeluti usaha peternakannya di Kabupaten Keerom, ia bersama beberapa rekan seprofesi, biasanya berjualan telur dikota Jayapura dan kini bergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam se Tanah Tabi.

Menurut Lumianto, sudah empat tahun usaha peternakan dijalaninya dan merasakan pasang surutnya harga maupun serapan telur saat panen.

“Kami berharap telur yang kami hasilkan, bisa diserap di dapur MBG, namun kenyataannya, kami tidak dilibatkan. MBG ini juga memakai jasa dari ke agen dan otomatis mencari harga telur yang agak dibawah harga. Sedangkan kami di tingkat peternak, tidak mungkin kami kasih harga yang sangat rendah di bawah normal..... khan kami juga merugi karena harga pakan tinggi,” ujarnya, Senin,10 Agustus 2026.

Ia menekuni usaha ayam petelur secara bertahap dan saat ini mencapai jumlah sekitar dua ribu ekor yang didatangkan dari Jawa dan Sulawesi dengan harga bervariasi, sesuai kondisi dan besarnya ayam,

"Dari dua ribu ekor itu, pakannya empat sak per harinya dengan porsi makan dua kali sehari. Telur yang dihasilkan dalam seharinya sekitar 48 rak telur, itu yang standar. Kalau puncak itu, telur yang dihasilkan bisa lebih dari itu. Sistem bertelurpun variasi, ada ayam yang bertelur pagi, ada yang bertelur sore atau malam. Telurnya kami kumpulkan kadang sekali satu hari yakni di waktu sore. Kadang juga kami dua kali kumpulkan telur dalam sehari, tergantung petugasnya gitu,” katanya.

Selain diberikan pakan, dalam usahanya Lumianto juga memberikan asupan vitamin, sehingga dalam waktu satu bulan sudah bisa bertelur, dimana pakannya dibeli dari pemasok, yang di dalamnya sudah ada campuran khusus ayam petelur.

Mengenai persaingan harga telur lokal dan antarpulau, tuturnya, harga telur lokal relatif murah, namun peminatnya tetap tinggi. Begitu pula hasil produksi ayam petelur yang dikelolanya langsung didistribusikan kepada pelanggan yang telah bermitra selama bertahun-tahun.

Berita terkait

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama angkut, buang, dan timbun menjadi pilah, angkut, dan olah. Transformasi ini tidak hanya menyasar pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang, tetapi juga memastikan pekerja informal di sektor persampahan mendapat perlindungan sosial. Gubernur DKI Jakarta, Pramono

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Dunia Bergejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Bergerak

Dunia Bergejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Bergerak

Banjarmasin-Spektroom : Banjarmasin-Spektroom – Gejolak ekonomi global belum sepenuhnya mereda. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat hingga tekanan inflasi masih menjadi tantangan bagi perekonomian dunia. Namun, kondisi tersebut belum menggoyahkan sektor jasa keuangan Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga

Junaidi, Bian Pamungkas