Petir Sambar Tiga Warga Gadut, Satu Tewas dan Dua Alami Gangguan Pendengaran

Petir Sambar Tiga Warga Gadut, Satu Tewas dan Dua Alami Gangguan Pendengaran
Suasana di rumah duka korban disambar pertir. (Foto: Dok.wyu)

Agam-Spektroom : Seorang petani tewas setelah tersambar petir saat memperbaiki saluran air di area persawahan Jorong III Kampung, Balai Panjang, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, dua warga lainnya turut menjadi korban dan kini menjalani perawatan akibat gangguan pendengaran.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Syafrinaldi (51), warga Panca Mulia, Balai Panjang. Ia mengalami luka bakar serius setelah petir menyambar lokasi tempatnya bekerja bersama dua rekannya.

Dua korban lainnya, Debi Andika Saputra (28) dan Erizal M (60), berhasil selamat namun mengalami gangguan pendengaran. Keduanya saat ini dirawat di RS Achmad Mochtar Bukittinggi.

Peristiwa ini terjadi saat ketiga korban tengah melakukan perbaikan saluran air di sawah. Saat itu, kondisi cuaca dilaporkan hujan disertai petir. Tanpa diduga, sambaran petir langsung mengenai lokasi mereka bekerja.

Saksi mata, Niko (40), menyebutkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. “Saat hujan turun dan petir menyambar, kami langsung panik dan meminta bantuan warga sekitar,” katanya.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi dengan membawa para korban ke pinggir jalan sebelum dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa Syafrinaldi tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan medis.

Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif. Hingga Kamis (23/4/2026) malam, kondisi pendengaran keduanya dilaporkan mulai berangsur membaik.

Kapolsek Tilatang Kamang, AKP Saherman, SH, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya telah menerima laporan serta melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Balai Panjang, Nagari Gadut, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di ruang terbuka, terutama ketika cuaca buruk disertai hujan dan petir. (rita-wyu)