Pipa Tua Jebol di Jalan Brantas, 5.000 Pelanggan Air Bersih Kota Batu Terdampak
Spektroom – Kebocoran pipa utama milik Perumdam Among Tirto Kota Batu di kawasan Jalan Brantas mengakibatkan terganggunya layanan air bersih bagi sekitar 5.000 pelanggan.
Insiden ini terjadi akibat jebolnya pipa jenis ACP (Asbestos Cement Pipe) berukuran 10 inci atau setara kapasitas 250 m³, yang merupakan jaringan lama sejak tahun 1982.
Direktur Utama Perumdam Among Tirto Kota Batu, Ahmad Yusuf, menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak langsung adalah Kelurahan Sisir dan Ngaglik.
Selain itu, beberapa wilayah lain juga ikut merasakan dampak karena pihaknya harus melakukan pembagian debit air yang tersedia.
“Dampaknya tidak hanya di Sisir dan Ngaglik. Daerah lain juga terdampak karena saat ini kami harus membagi air yang ada. Sebagai langkah darurat, kami juga menerjunkan suplai air bersih menggunakan tangki keliling,” ujar Ahmad Yusuf, Jum'at ( 2/1/2025).
Ia menambahkan, Perumdam Among Tirto telah menyiapkan armada tangki khusus yang mampu masuk ke gang-gang kecil permukiman warga guna menjangkau pelanggan yang kesulitan air bersih.
“Betul, armada kami siapkan agar bisa masuk gang-gang kecil. Untuk wilayah yang tidak terjangkau tangki, terus kami evaluasi agar tetap bisa terlayani,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Ahmad Yusuf menyebutkan bahwa tim telah berhasil mengidentifikasi titik kebocoran pipa pada kedalaman sekitar 1,5 meter.
Namun, proses perbaikan sempat mengalami kendala lantaran aksesoris untuk pipa ACP saat ini sudah tidak diproduksi secara umum.
“Kami sudah berupaya menghubungi PDAM Kota Malang untuk meminta bantuan aksesoris, dan alhamdulillah mereka masih memiliki stok. Saat ini sedang dalam proses pengiriman,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pengerjaan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat usia jaringan pipa yang sudah lebih dari empat dekade.
“Kami tidak ingin terjadi dampak yang lebih besar karena jaringan ini cukup tua,” katanya.
Perumdam Among Tirto menargetkan proses perbaikan dapat diselesaikan malam hari ini ( 2/1/2025) dengan estimasi pelanggan terdampak mencapai sekitar 5.000 sambungan.
Sementara itu, terkait nilai kerugian akibat insiden tersebut, pihaknya belum dapat memastikan.
“Kerugian belum bisa kami kalkulasikan. Masih menunggu hasil perhitungan dari tim teknis,” ujar Ahmad Yusuf.
Namun demikian, saat ditanya lebih lanjut oleh wartawan mengenai apakah jebolnya pipa air bersih ini memiliki kaitan dengan proyek pedestrian di kawasan Jalan Brantas, Direktur Utama Perumdam Among Tirto tidak bersedia memberikan penjelasan dan memilih untuk tidak menanggapi pertanyaan tersebut.
Perumdam Among Tirto pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi dan memastikan upaya perbaikan serta distribusi air darurat terus dilakukan hingga kondisi kembali normal.