PLN Jateng Edukasi Pelanggan Manfaatkan Kode Singkat kWh Meter Prabayar

PLN Jateng Edukasi Pelanggan Manfaatkan Kode Singkat kWh Meter Prabayar
Fitur ini memungkinkan pelanggan memantau kondisi kelistrikan di rumah secara mandiri hanya dengan memasukkan kombinasi angka tertentu pada keypad kWh meter. (Foto : Humas PLN UID Jateng).

Semarang – Spektroom
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah terus meningkatkan kemudahan layanan bagi pelanggan listrik prabayar melalui pemanfaatan fitur kode singkat (short code) pada kWh meter.

Fitur ini memungkinkan pelanggan memantau kondisi kelistrikan di rumah secara mandiri hanya dengan memasukkan kombinasi angka tertentu pada keypad kWh meter.

Hingga pertengahan Juli 2026, dari total 13.957.921 pelanggan PLN UID Jawa Tengah, sebanyak 7.118.604 pelanggan atau sekitar 51 persen merupakan pengguna listrik prabayar.

Besarnya jumlah pelanggan tersebut mendorong PLN untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih memahami berbagai fitur yang tersedia pada kWh meter prabayar.

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, mengatakan pemanfaatan fitur short code merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan yang semakin mudah sekaligus mendorong pelanggan menggunakan energi listrik secara lebih efisien.

"Dengan lebih dari 7,1 juta pelanggan prabayar di Jawa Tengah, PLN terus berupaya menghadirkan layanan yang makin mudah dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Melalui tombol cepat pada kWh meter prabayar, pelanggan dapat memantau sisa token maupun kondisi kelistrikan secara mandiri sehingga dapat mengelola konsumsi listrik lebih efisien dan mengantisipasi habisnya token sebelum aliran listrik terputus," ujar Bramantyo.

Ia menambahkan, semakin pelanggan memahami informasi yang ditampilkan pada kWh meter, semakin mudah pula mereka mengatur kebutuhan listrik sehari-hari secara bijak, cerdas, dan aman.

PLN menjelaskan beberapa kode singkat yang dapat dimanfaatkan pelanggan, di antaranya kode 37 untuk mengetahui sisa token listrik, 41 untuk melihat tegangan listrik, 44 untuk mengetahui arus listrik yang sedang digunakan, 54 untuk melihat nomor token terakhir yang berhasil dimasukkan, serta 59 untuk mengetahui nominal token terakhir yang diisikan.

Selain itu, pelanggan juga dapat mengatur alarm batas minimal sisa token menggunakan kode 456 diikuti angka sesuai batas yang diinginkan. Sebagai contoh, memasukkan kode 45610 akan membuat alarm berbunyi ketika sisa token mencapai 10 kWh.

Di sisi lain, PLN mengingatkan pelanggan agar tidak membuka, membongkar, maupun mengutak-atik kWh meter karena dapat membahayakan keselamatan sekaligus memengaruhi keakuratan pengukuran pemakaian energi listrik.

Apabila terjadi gangguan, kerusakan, atau kendala pada kWh meter, pelanggan diimbau segera melaporkannya melalui layanan PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile agar dapat segera ditangani oleh petugas resmi PLN.

Berita terkait

Raker APPSI Wujudkan Transformasi Daerah Menuju Indonesia Maju

Raker APPSI Wujudkan Transformasi Daerah Menuju Indonesia Maju

Lombok Barat-Spektroom : Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan daerah, para gubernur dari seluruh Indonesia menyatukan langkah di Nusa Tenggara Barat untuk mempercepat transformasi daerah melalui penguatan inovasi, kolaborasi, dan kapasitas fiskal. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun

Marsam Putrangga, Julianto
Pemkab Dharmasraya Gandeng 6 Perusahaan Bangun dan Rehab Jalan

Pemkab Dharmasraya Gandeng 6 Perusahaan Bangun dan Rehab Jalan

Dharmasraya - Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Bersama 6 perusahaan, pemerintah daerah menandatangani kesepakatan kerja sama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp6,6 miliar yang difokuskan pada pembangunan dan rehabilitasi sejumlah ruas jalan strategis.Hal itu disampaikan Bupati, Annisa

Riswan Idris, Afrizal Aziz