Trending

Polda DIY Tahan Eks Lurah Condongcatur dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa

Polda DIY Tahan Eks Lurah Condongcatur dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa
Polda DIY laksanakan konferensi pers kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Tanah Kas Desa Kelurahan Condongcatur Depok Sleman,oleh lurah setempat Selasa(30/6/26).Foto: Fatmawati

Yogyakarta-Spektroom : Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan seorang mantan Lurah Condongcatur berinisial R sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penyalahgunaan kewenangan dalam pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Tersangka kini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda DIY.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan, penanganan perkara tersebut berawal dari laporan masyarakat yang diterima melalui Laporan Polisi Nomor LP/A/13/V/2025/SPKT.DITRESKRIMSUS/Polda DIY tertanggal 5 Mei 2025. Setelah dilakukan penyelidikan, penyidik menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan R sebagai tersangka.

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Haris Munandar, mengungkapkan, tersangka diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan menyewakan Tanah Kas Desa yang berlokasi di Padukuhan Gandok kepada 17 penyewa dengan luas sekitar 1.980 meter persegi. Para penyewa kemudian membangun rumah permanen di atas lahan tersebut.

Menurut penyidik, proses penyewaan dilakukan tanpa memperoleh izin Gubernur DIY sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 34 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Tanah Desa.

Selain itu, tersangka juga diduga menarik uang kompensasi dari para penyewa yang tidak disetorkan ke kas kalurahan, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Dalam penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen perjanjian sewa, bukti pembayaran uang sewa dan kompensasi, serta dokumen lain yang berkaitan dengan perkara.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DIY, dugaan penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.740.213.500.
Peristiwa itu diduga berlangsung sejak 2021 hingga 2023 saat R masih menjabat sebagai Lurah Condongcatur.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan ketentuan dalam KUHP.

Polda DIY menegaskan komitmennya untuk menindak setiap bentuk tindak pidana korupsi secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Kepolisian juga mengimbau seluruh penyelenggara pemerintahan agar mengelola aset negara maupun aset desa sesuai ketentuan yang berlaku serta mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Sementara itu, Kasi Administrasi Pemanfaatan Pertanahan Dispetaru DIY, Topas Mardiyanto, menyatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan Polda DIY dalam penyelesaian perkara tersebut. Ia menegaskan pemanfaatan Tanah Kas Desa harus mengikuti prosedur dan memperoleh izin sesuai Peraturan Gubernur DIY Nomor 34 Tahun 2017.

Berita terkait

Operasi Patuh Salawaku Hari ke-9,  35 Pengendaara Diberikan Teguran Simpatik dan 5 Ditilang

Operasi Patuh Salawaku Hari ke-9, 35 Pengendaara Diberikan Teguran Simpatik dan 5 Ditilang

Ambon-Sektroom : Polda Maluku terus mengintensifkan upaya meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas melalui Operasi Patuh Salawaku 2026. Memasuki hari kesembilan pelaksanaan operasi, Selasa (3/11/2026), personel gabungan menegur secara lisan 35 pengendara dan memberikan tindakan berupa tilang kepada lima pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat

Eva Moenandar, Rafles
UIN Saizu Purwokerto Tembus QS World University Rankings Asia 2027, Perkuat Reputasi Internasional

UIN Saizu Purwokerto Tembus QS World University Rankings Asia 2027, Perkuat Reputasi Internasional

Purwokerto-Spektroom : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto untuk pertama kalinya masuk dalam daftar new entrant QS World University Rankings: Asia 2027. Capaian ini menjadi langkah awal bagi kampus tersebut untuk memperluas pengakuan internasional sekaligus meningkatkan daya saing di kawasan Asia. Pemeringkatan yang diumumkan lembaga

Bian Pamungkas
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena: PKK Tidak Boleh Hanya Bergerak Ketika Menghadapi Perlombaan

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena: PKK Tidak Boleh Hanya Bergerak Ketika Menghadapi Perlombaan

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak boleh hanya bergerak ketika menghadapi perlombaan. Lebih dari itu, PKK harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, mulai dari penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS hingga

Eva Moenandar, Rafles