Polda Kalbar Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan dan Kamtibmas
Pontianak- Spektroom : Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Dukungan tersebut ditegaskan karena data ekonomi yang akurat dinilai menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah sekaligus memperkuat strategi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar dengan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat Muh Saichudin di Presisi Lounge Polda Kalbar, Rabu (22/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya sinergi lintas lembaga agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal dan menghasilkan data yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.
Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin menjelaskan, SE2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar.
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan program pembangunan, menyusun kebijakan ekonomi, serta mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan.
Selain memberikan gambaran aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, data sensus juga memiliki nilai strategis bagi berbagai sektor, termasuk mendukung upaya menjaga stabilitas keamanan.
Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menegaskan pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila didukung data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Pembangunan yang tepat sasaran membutuhkan data yang tepat dan akurat. Karena itu, Polda Kalbar mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya bersama menyediakan informasi yang dapat mendukung perencanaan pembangunan di Kalimantan Barat," ujar Alberd.
Ia menambahkan, data hasil sensus juga akan menjadi referensi penting bagi kepolisian dalam memetakan karakteristik wilayah, potensi kerawanan, serta kebutuhan pelayanan masyarakat yang berbeda di setiap daerah.
Dengan basis data yang lebih komprehensif, lanjutnya, Polri dapat menyusun strategi pelayanan yang lebih presisi sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono menegaskan kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menyukseskan program strategis nasional.
Menurutnya, dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya berdampak pada pembangunan ekonomi, tetapi juga memperkuat tata kelola pelayanan publik yang berbasis data.
"Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci. Data yang akurat akan mendukung pembangunan daerah sekaligus membantu Polri menghadirkan pelayanan yang lebih presisi kepada masyarakat," katanya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kalbar, di antaranya Karolog, Karo SDM, Dirintelkam, Dirreskrimsus, Kabiddokkes, Karumkit Bhayangkara, dan Kayanma Polda Kalbar.
Melalui sinergi antara Polda Kalbar dan BPS, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kalimantan Barat.