Polda Kalbar Kebut Bangun 98 Sumur Bor, Andalkan Pasokan Air untuk Perang Lawan Karhutla
Pontianak - Spektroom : Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mempercepat penguatan sarana pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun puluhan sumur bor di berbagai wilayah rawan kebakaran.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi persoalan klasik yang kerap menghambat pemadaman, yakni minimnya ketersediaan sumber air saat musim kemarau.
Hingga awal September 2026, Polda Kalbar mencatat telah melakukan pengeboran di 98 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai sumber pasokan air bagi personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026.
Dari total 98 titik yang telah dibangun, sebanyak 52 sumur bor dilaporkan sudah mengeluarkan air secara optimal dan siap dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman.
Sementara itu, 46 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian agar segera dapat digunakan ketika terjadi kebakaran.
Pembangunan sumur bor menjadi salah satu strategi yang dinilai penting di tengah meningkatnya ancaman karhutla selama musim kemarau.
Ketersediaan air di lokasi kebakaran sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan proses pemadaman, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakter api sulit dipadamkan dan dapat menyala kembali dari bawah permukaan tanah.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan keterbatasan sumber air masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan.
Menurutnya, tidak sedikit titik api berada di lokasi yang jauh dari sungai maupun sumber air alami lainnya.
“Kelangkaan sumber air di musim kemarau sering kali menjadi hambatan utama bagi personel kami di lapangan saat berupaya memadamkan titik api,” kata Bambang, Minggu (06/09/2026).
Ia menjelaskan keberadaan sumur bor diharapkan mampu mempercepat respons petugas ketika kebakaran terjadi.
Dengan pasokan air yang lebih dekat dan mudah diakses, waktu yang dibutuhkan untuk mobilisasi peralatan pemadaman dapat ditekan sehingga penyebaran api bisa segera dikendalikan.
Selain menjadi sumber air darurat saat kebakaran, sumur bor juga diproyeksikan sebagai infrastruktur pendukung jangka panjang dalam upaya mitigasi karhutla di Kalimantan Barat yang hampir setiap tahun menghadapi ancaman kebakaran saat musim kering.
Polda Kalbar menegaskan pembangunan sumur bor akan terus dioptimalkan seiring pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu yang tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga penguatan kesiapsiagaan dan percepatan penanganan ketika titik api mulai terdeteksi di wilayah rawan karhutla.