Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Gabungan Atasi Karhutla Pengayuan

Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Gabungan Atasi Karhutla Pengayuan
Gubernur bersama Jajaran Polda Kalsel dan unsur terkait lainnya.) foto Humas Polda Kalsel)

Banjarbaru - Kalsel-Spektroom : Penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dimaksimalkan. Sebanyak 350 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta bantuan dari sejumlah perusahaan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang melanda area seluas kurang lebih 900 hektar.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan penanganan di kawasan Pengayuan yang mencakup area sekitar 900 hektar melibatkan sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak swasta dan relawan yang dibagi dalam 3 shift operasional.

"Kendala utama kita di sini memang ketersediaan air. Hari ini alhamdulillah sudah ditemukan 1 titik sumber air dengan debit cukup besar," kata Kapolda Kalsel didampingi Wamenko Pangan RI, Gubernur Kalsel, serta Danrem 101/Antasari, (27/8/2026).

Strategi penanganan dilakukan dengan memanfaatkan kolam bioflok portable yang dapat dipindah-pindahkan mendekati titik api. Saat ini, sebanyak 6 dari target 10 kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter per kolam telah siap digunakan. Ke depannya, jumlah kolam penampungan air ini direncanakan akan ditambah hingga 144 unit sesuai arahan koordinasi.

Selain penanganan jangka pendek dengan sistem pemadaman estafet, langkah pencegahan jangka panjang juga disiapkan. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah melibatkan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk mengedukasi masyarakat dan pemilik lahan agar membuat biopori. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelembapan tanah bawah permukaan sehingga mencegah kebakaran berulang saat musim kemarau.

Guna mendukung operasional personel dan relawan selama pemadaman, 2 dapur lapangan beserta fasilitas pengolahan air minum (water treatment) juga telah didirikan di wilayah Pengayuan dan Guntung Damar.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti